Masih Ada 11 Ribu Warga Belum Terdaftar JKN, Pemkot Tasikmalaya Gandeng Bidan dan BPJS Kesehatan

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama BPJS Kesehatan Cabang Tasikmalaya memperkuat upaya peningkatan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui penandatanganan kerja sama tentang sinergitas optimalisasi kepesertaan dan pemahaman JKN. Kerja sama tersebut juga mencakup pelaksanaan Program JAGA JKN melalui PESIAR (Petakan, Sisir, Advokasi, Registrasi) dengan melibatkan bidan sebagai ujung tombak edukasi kepada masyarakat.

Bacaan Lainnya

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Aula Bale Kota Tasikmalaya, Senin (13/7/2026), sebagai bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan jaminan kesehatan yang berkualitas.

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, mengatakan kerja sama tersebut bukan sekadar memenuhi aspek administratif, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, khususnya para bidan, serta seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, keterlibatan bidan sangat penting karena memiliki kedekatan dengan masyarakat, terutama ibu dan keluarga, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjadi peserta aktif JKN.

“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya kepesertaan JKN sekaligus mendukung pembangunan kesehatan yang selaras dengan visi Indonesia Emas 2045 dan Program Prioritas Tasik GEMAS,” ujar Viman.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota mengungkapkan bahwa Kota Tasikmalaya telah meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026 Kategori Pratama. Namun, capaian tersebut masih menyisakan sejumlah tantangan dalam implementasi program JKN.

Data pemerintah menunjukkan masih terdapat sekitar 11.212 penduduk yang belum terdaftar sebagai peserta JKN. Selain itu, sebanyak 142.569 peserta berstatus nonaktif, sementara tunggakan iuran peserta mandiri juga masih cukup tinggi.

Kondisi tersebut menjadi alasan Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama BPJS Kesehatan menjalankan Program JAGA JKN-PESIAR dengan pendekatan jemput bola. Melalui program ini, masyarakat akan dipetakan, didata, diberikan edukasi, didampingi, hingga dibantu proses registrasi maupun pengaktifan kembali status kepesertaan JKN.

Selain mengoptimalkan peran bidan, pemerintah juga mengajak perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan kelurahan, puskesmas, organisasi profesi, dunia usaha, hingga tokoh masyarakat untuk berkolaborasi menyukseskan program tersebut.

Di sisi lain, keberhasilan meningkatkan kepesertaan JKN tidak hanya bergantung pada pendataan dan sosialisasi. Kesadaran masyarakat untuk menjaga status kepesertaan tetap aktif serta memenuhi kewajiban pembayaran iuran, khususnya bagi peserta mandiri, juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program jaminan kesehatan nasional.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Tasikmalaya berharap semakin banyak masyarakat yang memperoleh perlindungan kesehatan secara menyeluruh. Dengan meningkatnya kepesertaan aktif JKN, akses terhadap pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas diharapkan semakin mudah dijangkau, sekaligus memperkuat sistem kesehatan daerah menuju tercapainya Universal Health Coverage yang berkelanjutan.

(Rzl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *