KAB. SUMBA TIMUR, || Permasalahan distribusi air bersih yang belum menjangkau seluruh warga menjadi perhatian dalam rapat musyawarah yang digelar di Kantor Desa Praibakul, Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (11/7/2026). Forum tersebut dihadiri Babinsa Koramil 05/Waingapu Pos Ramil Haharu, Sertu Nando Ndahawali, bersama pemerintah desa dan sejumlah unsur masyarakat untuk mencari solusi atas kendala yang terjadi.
Rapat dilaksanakan menyusul masih belum optimalnya penyaluran air bersih melalui jaringan perpipaan. Bahkan, sebagian warga dilaporkan belum memperoleh akses air bersih, sehingga diperlukan langkah bersama agar pelayanan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera ditingkatkan.
Dalam forum tersebut, Sertu Nando Ndahawali menyampaikan sejumlah usulan sebagai bahan pertimbangan. Di antaranya melakukan pemetaan ulang jaringan perpipaan, memperbaiki pipa yang mengalami kerusakan, menambah personel Badan Pengelola Sarana Air Bersih (BPSAB), serta menerapkan sistem iuran masyarakat sebagai dana pemeliharaan dan perbaikan jaringan apabila terjadi kerusakan.
Menurut Babinsa, pengelolaan sarana air bersih tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga memerlukan komitmen dan kerja sama seluruh pihak agar layanan dapat berjalan secara berkelanjutan serta dirasakan merata oleh masyarakat.
Dari sisi masyarakat, forum musyawarah menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi terkait distribusi air bersih. Masukan dari warga diharapkan menjadi dasar dalam penyusunan langkah penanganan yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Desa Praibakul, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pengurus BPSAB, serta para Ketua RT dan RW. Melalui musyawarah itu, seluruh peserta berharap tercapai kesepakatan bersama mengenai langkah-langkah perbaikan sehingga distribusi air bersih di Desa Praibakul dapat segera ditingkatkan demi mendukung kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat.
(Ms)






