Pemprov NTB Berhasil Pulangkan PMI Yang Sakit Parah dari Malaysia Ke Daerah Asalnya di Ambalawi

SERGAP.CO.ID

MATARAM || Sempat terlantar dalam kondisi sakit parah di pedalaman Sarawak, Malaysia Timur, Adnan (49), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Talapiti, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, akhirnya berhasil dipulangkan ke tanah air.

Bacaan Lainnya

Pemulangan Adnan dilakukan setelah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkoordinasi secara intensif dengan KJRI Kuching untuk mengevakuasi korban dari kawasan perkebunan kelapa sawit terpencil milik PT Citra Indah SDN BHD.

Selama bekerja di Malaysia, kondisi fisik Adnan terus menurun akibat penyakit yang dideritanya. Keterbatasan akses layanan kesehatan di lokasi perkebunan yang berada di pedalaman membuat kondisinya semakin kritis.

Informasi mengenai kondisi Adnan pertama kali disampaikan oleh rekan sesama pekerja migran, kemudian diteruskan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bima hingga Pemerintah Provinsi NTB.

Pada 28 Juni 2026, KJRI Kuching melakukan intervensi diplomatik dengan mendesak pihak perusahaan agar segera mengeluarkan Adnan dari lokasi perkebunan untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Adnan dievakuasi melalui jalur darat menuju Pontianak, Kalimantan Barat pada 30 Juni 2026, sebelum akhirnya diterbangkan ke Bandara Lombok pada 2 Juli 2026.

Setibanya di Lombok, satgas pelindungan PMI langsung memfasilitasi pengantaran jalur darat menuju Kabupaten Bima.

Meski keberangkatannya ke Malaysia diketahui berstatus nonprosedural, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan pelindungan terhadap warga negara tetap menjadi prioritas. Saat ini, pemerintah daerah terus mengawal proses pemulihan kesehatan Adnan sekaligus memperjuangkan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaannya selama bekerja di Malaysia.

Sumber : BIMA TV
Editor :(Man)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *