KAB. BANDUNG, || Di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, semangat belajar puluhan santri di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) An-Nafi tetap tinggi. Sejak berdiri pada 2017 di Kampung Ciodeng Timur Rt07/08 Desa Bojongmalaka Baleendah tersebut terus menjalankan kegiatan pendidikan keagamaan meski belum memiliki gedung yang memadai.
Kepala MDT An-Nafi, Yuni Rosmayanti, mengatakan saat ini madrasah yang dipimpinnya memiliki sekitar 52 santri.
“Alhamdulillah saat ini ada 52 santri. Namun karena tempat belajar belum memadai, kegiatan belajar harus dibagi menjadi tiga sesi agar seluruh santri tetap dapat mengikuti pembelajaran. Harapan kami tentu bisa memiliki gedung sendiri yang lebih layak agar anak-anak belajar dengan nyaman,” ujar Yuni saat di temui awak media Sabtu ( 27/6/2026 ) malam.
Menurutnya, meski fasilitas masih sederhana, antusiasme para santri tidak pernah surut. Bahkan, banyak santri yang datang lebih awal sebelum jadwal belajar dimulai.
“Anak-anak sangat semangat. Kadang jadwal mengaji pukul dua siang, tetapi sejak pukul satu mereka sudah datang. Mau hujan ataupun panas tetap semangat belajar,” katanya.
Yuni mengungkapkan, pihaknya memiliki rencana untuk membangun ruang belajar di lantai atas. Namun, keterbatasan biaya membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
“Kami ingin mengembangkan bangunan, tetapi terkendala pembiayaan. Untuk sementara kami memanfaatkan tempat yang ada sambil terus memberikan pendidikan membaca Iqra dan Al-Qur’an kepada para santri,” jelasnya.
Ia menambahkan, MDT An-Nafi telah berdiri sejak 2017 dan mulai bergabung dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) pada tahun 2023. Namun hingga kini, pihaknya belum mengajukan bantuan kepada instansi terkait karena keterbatasan waktu dan sumber daya dalam mengurus administrasi.
Selain memimpin madrasah, Yuni juga mengajar di taman kanak-kanak pada pagi hari, sehingga waktu yang dimiliki untuk mengurus berbagai administrasi sangat terbatas.
“Saya dari pagi mengajar di TK, kemudian pulang mengurus rumah, lalu siang sampai sore mengajar di madrasah. Karena itu, banyak hal yang belum bisa kami maksimalkan, termasuk mengurus pengajuan bantuan,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Yuni berharap ada perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun para dermawan agar MDT An-Nafi dapat memiliki fasilitas belajar yang lebih layak.
“Kami berharap ada partisipasi dari pemerintah, para donatur, maupun pihak lainnya untuk membantu pembangunan madrasah sehingga anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman dan kegiatan pendidikan keagamaan dapat terus berkembang,” pungkasnya.
( Asp )






