KAB. SUMBA BARAT NTT, || Pengelola Beasiswa Sumba Barat, Lukas Lebu Gallu, S.H., M.AP., C.Md., bersama Hendrik Moto Nono secara resmi melepas sekaligus mendampingi keberangkatan mahasiswa penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah dan Beasiswa Rekomendasi Pengelola gelombang kedua menuju Universitas Kristen Cipta Wacana Malang, Sabtu (27/6/2026).
Keberangkatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pendampingan mahasiswa asal Sumba Barat dan Sumba Tengah untuk memperoleh akses pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa. Sebelumnya, gelombang pertama telah diberangkatkan pada 23 Juni 2026, sementara gelombang ketiga dijadwalkan berangkat pada 30 Juni 2026.
Pengelola Beasiswa Sumba Barat, Lukas Lebu Gallu, mengatakan proses rekrutmen dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan prestasi akademik, kondisi ekonomi keluarga, serta komitmen calon mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan.
“Hari ini kami melepas keberangkatan gelombang kedua. Sebelumnya gelombang pertama telah diberangkatkan pada 23 Juni, dan gelombang ketiga akan berangkat pada 30 Juni 2026 dengan kuota mahasiswa dari Kabupaten Sumba Tengah dan Sumba Barat yang proses administrasinya baru selesai,” ujar Lukas.
Menurutnya, sebagian besar mahasiswa penerima beasiswa akan melanjutkan pendidikan di Universitas Kristen Cipta Wacana Malang. Ia menegaskan bahwa pendampingan tidak berhenti pada proses seleksi maupun keberangkatan, tetapi akan terus dilakukan hingga mahasiswa menyelesaikan studinya.
“Kami berkomitmen mengawal mahasiswa sampai lulus. Program Beasiswa KIP maupun beasiswa rekomendasi ini diharapkan menjadi jembatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat meraih gelar sarjana. Jangan sampai kesempatan ini berhenti di tengah jalan,” katanya.
Lukas menambahkan, keberhasilan program beasiswa tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi, tetapi juga dari kemampuan mereka menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali mengabdi di daerah asal.
Dalam kesempatan pelepasan, pengelola juga memberikan sejumlah pesan kepada para mahasiswa. Mereka diminta memanfaatkan kesempatan kuliah dengan sebaik-baiknya, menjaga prestasi akademik, serta aktif mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan kemahasiswaan tanpa mengabaikan target utama menyelesaikan studi.
“Beasiswa KIP merupakan amanah negara yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Raihlah prestasi, jaga indeks prestasi, dan selesaikan kuliah tepat waktu,” pesan Lukas.
Selain itu, para mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga nama baik daerah selama menempuh pendidikan di perantauan.
“Jadilah duta Sumba. Tunjukkan etika yang baik, saling membantu sesama mahasiswa, dan setelah lulus kembalilah membawa ilmu serta pengalaman untuk membangun Sumba Barat dan Sumba Tengah,” ujarnya.
Pelepasan mahasiswa berlangsung dalam suasana haru. Orang tua dan keluarga turut hadir mengantarkan putra-putri mereka yang akan memulai perjalanan menempuh pendidikan tinggi di luar daerah. Di tengah rasa haru karena harus berpisah, terselip harapan besar agar kesempatan melalui program beasiswa tersebut dapat menjadi jalan bagi lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah di masa mendatang.
(Ms)






