Wakil Wali Kota Tasikmalaya Nobar Bersama Anak Disabilitas, Tebarkan Semangat Inklusivitas

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Ratusan anak penyandang disabilitas dari berbagai Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Tasikmalaya mengikuti kegiatan nonton bareng (nobar) film inspiratif berjudul “Langit Tetap Sama” di Gedung Creative Center, Minggu (14/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi sekaligus motivasi untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berkarya bagi para peserta.

Bacaan Lainnya

Suasana hangat dan penuh haru mewarnai jalannya acara. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Candra Negara, turut hadir dan berbaur langsung dengan para peserta. Bahkan, ia tampak duduk bersama anak-anak tunanetra sambil menyaksikan film dokumenter yang mengangkat kisah perjuangan penyandang disabilitas dalam berkarya.

Film berdurasi 45 menit tersebut merupakan karya penyandang tunanetra dari Komunitas Sahabat Mata Semarang. Melalui tayangan itu, penonton diajak melihat proses kreatif para difabel, mulai dari tahap produksi hingga penyelesaian film secara mandiri.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya mengapresiasi lahirnya karya tersebut. Menurutnya, film “Langit Tetap Sama” menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Setiap orang memiliki kelebihan dan potensi masing-masing. Film ini mengajarkan bahwa semangat, kerja keras, dan kemauan untuk terus belajar dapat membawa seseorang meraih berbagai pencapaian,” ujarnya.

Di sisi lain, kegiatan nobar ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap pembangunan yang inklusif. Pemerintah Kota Tasikmalaya, kata Dicky, terus berupaya menghadirkan berbagai program yang mendukung pemenuhan hak penyandang disabilitas, termasuk dalam bidang pendidikan dan keagamaan.

Salah satu program yang telah berjalan adalah pembelajaran Al-Qur’an Braille yang diikuti puluhan peserta sebagai upaya memperluas akses pendidikan keagamaan bagi penyandang tunanetra.

Usai pemutaran film, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif yang menghadirkan para kreator film dan peserta. Melalui sesi tersebut, anak-anak disabilitas didorong untuk berani mengekspresikan diri, menggali potensi, serta menghasilkan karya kreatif sesuai minat dan bakat masing-masing.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik. Dengan dukungan keluarga, masyarakat, dan pemerintah, penyandang disabilitas diharapkan semakin percaya diri untuk terus berkarya dan mengambil peran aktif dalam kehidupan sosial.

(Rzl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *