KOTA TASIKMALAYA, || Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Dicky Candra Negara, secara resmi menutup Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) XVI Tingkat Kota Tasikmalaya Tahun 2026. Penutupan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun generasi Qurani yang unggul, berakhlakul karimah, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Dicky Candra menegaskan bahwa MTQH tidak boleh dipandang semata-mata sebagai ajang kompetisi untuk meraih gelar juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pembinaan berkelanjutan dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap Al-Qur’an dan Hadis.
“MTQH bukan sekadar perlombaan. Ini adalah sarana pembinaan agar lahir generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Wakil Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian perlombaan dengan penuh semangat dan dedikasi. Menurutnya, seluruh peserta layak disebut sebagai pemenang karena telah berupaya mempelajari, menghafal, serta mendalami ajaran Islam melalui berbagai cabang yang diperlombakan.
Ia menekankan bahwa kemenangan sejati tidak hanya diukur dari jumlah medali atau peringkat yang diraih, melainkan dari proses pembelajaran dan tumbuhnya kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadis.
“Kita ingin melahirkan generasi yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Karena itu, para peserta diharapkan dapat menjadi duta Al-Qur’an di lingkungan keluarga, masjid, lembaga pendidikan, maupun masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, Dicky mengingatkan bahwa predikat Kota Santri yang melekat pada Tasikmalaya membawa tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus memperkuat syiar Al-Qur’an. Hal tersebut, menurutnya, sejalan dengan visi pembangunan Kota Tasikmalaya yang religius, inovatif, maju, dan berkelanjutan.
Untuk itu, ia mengajak Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), para pembina, pelatih, pondok pesantren, serta seluruh pemangku kepentingan agar menjadikan MTQH sebagai titik awal pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan.
Menurutnya, hasil MTQH tingkat kota perlu segera ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang terstruktur sebagai persiapan menghadapi MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat.
Dicky juga menyoroti capaian Kota Tasikmalaya pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat sebelumnya yang berhasil menempati peringkat kedelapan. Capaian tersebut dinilai sebagai modal penting untuk terus meningkatkan prestasi.
“Kita patut bersyukur atas capaian yang telah diraih. Namun, ini juga menjadi motivasi agar pembinaan dilakukan lebih optimal. Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi seluruh pihak, saya optimistis Kota Tasikmalaya mampu menembus lima besar pada MTQH tingkat Provinsi Jawa Barat mendatang,” ungkapnya.
Penutupan MTQH XVI bukan hanya menandai berakhirnya rangkaian perlombaan, tetapi juga menjadi awal dari upaya bersama dalam mencetak generasi Qurani yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa nilai-nilai Islam sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan berdaya saing.
(Rzl)






