860 Warga Desa Pesucen Terima Bantuan Pangan 2026, Kades Usulkan Pola Distribusi Lebih Dekat ke Warga

SERGAP.CO.ID

KAB. BANYUWANGI, || Sebanyak 860 warga Desa Pesucen, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi menerima Bantuan Pangan Tahun 2026 yang disalurkan melalui Perum Bulog Banyuwangi, Senin (8/6/2026). Program yang berasal dari Badan Pangan Nasional tersebut bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

Bacaan Lainnya

Penyaluran bantuan dipusatkan di Balai Desa Pesucen dengan melibatkan Pemerintah Desa, petugas Bulog, serta unsur terkait guna memastikan bantuan diterima langsung oleh keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah terdata.

Dalam program tersebut, setiap penerima memperoleh bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kemasan. Bantuan ini menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah dalam menjaga ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan.

Kepala Desa Pesucen, Sirojudin, berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga dan membantu meringankan pengeluaran rumah tangga sehari-hari.

“Bantuan pangan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan warga Desa Pesucen dan Kabupaten Banyuwangi secara umum,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Masyarakat penerima manfaat juga menyambut baik program tersebut. Salah satunya Sumiati, warga Desa Pesucen, yang mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.

“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kebutuhan keluarga kami. Beras dan minyak goreng yang diberikan tentu bisa mengurangi beban pengeluaran untuk kebutuhan pokok,” katanya.

Meski demikian, Pemerintah Desa Pesucen juga memberikan sejumlah masukan terkait mekanisme distribusi bantuan ke depan. Menurut Sirojudin, koordinasi antara pihak penyelenggara dan pemerintah desa perlu ditingkatkan agar proses penyaluran lebih efektif dan nyaman bagi masyarakat penerima.

Ia menilai penyaluran yang terpusat di Balai Desa berpotensi menimbulkan antrean dan kerumunan warga, terutama karena banyak penerima bantuan merupakan lanjut usia (lansia) yang harus menempuh jarak cukup jauh dari rumah mereka menuju lokasi pembagian.

“Kami berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik antara Bulog dan pemerintah desa. Distribusi bantuan bisa dilakukan melalui kantor dusun, RW, atau TP setempat sehingga lebih dekat dengan warga. Bahkan bila memungkinkan dapat langsung disalurkan ke titik penerima manfaat, terutama bagi lansia yang kesulitan datang ke kantor desa,” ungkapnya.

Usulan tersebut dinilai dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan penyaluran bantuan pangan pada periode berikutnya. Dengan sistem distribusi yang lebih dekat dan terorganisir, masyarakat diharapkan dapat menerima bantuan dengan lebih mudah, cepat, dan nyaman.

Program Bantuan Pangan 2026 sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga serta mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

(Iwan)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *