Dari Pelantikan ke Panggung Budaya, Bobby Lianto Gaungkan Toleransi di Festival 140 Tahun Kota Kupang

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Tak lama setelah menuntaskan agenda pelantikan Ketua KADIN Rote Ndao, Bobby Lianto langsung mengalihkan langkahnya ke jantung perayaan Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang.

Bacaan Lainnya

Di tengah gemuruh pawai Festival Budaya, ia hadir bukan sekadar sebagai tamu, melainkan sebagai suara yang menegaskan pentingnya toleransi dan harmoni di kota multietnis ini.

Bobby Lianto, yang menjabat sebagai Wasekjend PSMTI Pusat sekaligus Ketua Dewan Pakar PSMTI Kota Kupang, memberikan apresiasi terhadap terobosan Pemerintah Kota Kupang yang menghadirkan karnaval budaya lintas etnis.

Menurutnya, konsep tersebut bukan hanya perayaan, tetapi cerminan nyata wajah Kupang sebagai rumah bersama.

“Kita tahu bahwa Kota Kupang dihuni oleh berbagai etnis dan latar belakang. Ini mencerminkan toleransi antar sesama, baik etnis maupun umat beragama,” ujarnya di sela-sela acara.

Ia menegaskan, Kupang telah menjelma menjadi simbol keberagaman yang terawat, di mana kedamaian dan kesejahteraan dibangun di atas relasi antar etnis yang harmonis. Momentum ini, menurutnya, harus terus dijaga sebagai kekuatan utama daerah.

Pawai budaya yang digelar di Bundaran Tirosa itu berlangsung meriah. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian datang dari PSMTI Kota Kupang yang digawangi anak-anak muda dengan suguhan tarian Barongsai yang enerjik dan memukau ribuan pasang mata.

Mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman”, karnaval ini menjadi panggung ekspresi bagi hampir 50 komunitas etnis.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menekankan bahwa keberagaman bukanlah sekat, melainkan jembatan pemersatu.

“Kita merayakan identitas kita. Keberagaman di kota ini bukan jurang pemisah, tapi jembatan yang menyatukan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, harmoni tidak berarti keseragaman, melainkan keseimbangan dalam perbedaan. Kota Kupang, lanjutnya, adalah miniatur Indonesia bahkan miniatur Nusa Tenggara Timur di mana berbagai suku, agama, dan budaya hidup berdampingan selama puluhan hingga ratusan tahun.

Karnaval ini juga menjadi jawaban atas kerinduan komunitas etnis yang selama ini belum memiliki ruang untuk menampilkan identitas budaya mereka. Pemerintah, kata Wali Kota, kini hadir membuka panggung tersebut.

Sebagai event perdana, festival ini tidak hanya menghadirkan nilai budaya, tetapi juga dampak ekonomi. Pelaku UMKM hingga industri kreatif mulai dari perias, penyewaan busana adat, hingga penjual kain tenun ikut merasakan geliatnya.

“Ini bukan sekadar pesta budaya, tapi juga penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menutup rangkaian kegiatan, Wali Kota mengingatkan bahwa Kota Kupang adalah warisan sekaligus titipan generasi masa depan yang harus dijaga bersama. Ia pun menegaskan bahwa kemajuan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi pada kontribusi seluruh warga.

“Kota Kupang bercahaya bukan karena obor di kantor wali kota, tetapi karena lilin-lilin kecil yang dinyalakan di rumah-rumah warga,” pungkasnya.

Usai menghadiri festival, Bobby Lianto dijadwalkan melanjutkan agenda pelantikan pengurus KADIN Kabupaten Sabu Raijua pada Senin, 27 April 2026 melanjutkan perannya dalam mendorong sinergi ekonomi dan kebersamaan di Nusa Tenggara Timur.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *