Tia Yuniarti: PR Harus Tetap Jadi Penjaga Kredibilitas Informasi

SERGAP.CO.ID

KOTA BANDUNG, || Peringatan 60 tahun Pikiran Rakyat menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang media tersebut, mulai dari akar sejarahnya hingga perannya sebagai media mainstream yang kredibel di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Direktur PT Pikiran Rakyat Bandung, Tia Yuniarti, menegaskan bahwa peringatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi sarat makna dan nilai historis.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para tokoh Jawa Barat yang memiliki kedekatan emosional dengan Pikiran Rakyat serta menjadi saksi kontribusinya selama enam dekade.

Menurutnya, penghargaan yang diberikan dalam momentum ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berkontribusi positif bagi daerah.

“Penghargaan ini kami berikan agar jadi inspirasi bagi anak muda untuk terus berkarya dan memberi kontribusi bagi Bandung dan Jawa Barat,” ujar Tia.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa filosofi anugerah tersebut tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga sebagai dorongan untuk melahirkan tokoh-tokoh masa depan.

Dalam kesempatan itu, Tia juga mengulas sejarah lahirnya Pikiran Rakyat yang memiliki keterkaitan erat dengan Kodam III/Siliwangi.

Ia menjelaskan, sebelum 1965 para wartawan Pikiran Rakyat telah aktif sebagai jurnalis, namun situasi berubah saat muncul aturan media harus berafiliasi dengan partai politik.

Para wartawan senior memilih tidak bergabung dengan partai politik dan justru merapat ke lingkungan TNI, khususnya Kodam III/Siliwangi.

Saat itu, mereka diberi kepercayaan untuk mengelola Koran Angkatan Bersenjata milik Kodam, yang dalam arsipnya tetap mencantumkan nama Pikiran Rakyat.

Setelah aturan afiliasi dicabut, Pangdam III/Siliwangi Mayjen Ibrahim Adjie memberikan kepercayaan kepada para wartawan tersebut untuk mengelola media secara mandiri.

Dari kepercayaan itu, dibentuklah yayasan dan lahirlah Harian Pikiran Rakyat pada 24 Maret 1966.

Memasuki era digital, Tia menyebut Pikiran Rakyat kini berkembang menjadi Pikiran Rakyat Media Network dengan segmentasi yang lebih luas, termasuk media sosial.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa karakter dasar Pikiran Rakyat tetap sebagai media mainstream yang mengedepankan kredibilitas dan akurasi.

Di tengah maraknya arus informasi di media sosial, masyarakat diimbau untuk lebih kritis dan tidak mudah terpengaruh hoaks, serta tetap menjadikan media kredibel sebagai rujukan informasi.

(Dewi)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *