Himbauan Ustad Syaiful,:”JagaToleransi dan Kedamaian di Tengah Konflik di Timur Tengah

SERGAP.CO.ID

KAB.SUMBA TENGAH NTT,||Ditemui media dikediamannya,kecamatan Mamboro,Selasa 31 Maret 2026.Ustad Syaiful Sulaiman selaku Komisi Fatwa dan Dakwah MUI kabupaten Sumba Tengah,bekerja di kementerian agama,Kantor KUA Katikutana Kabupaten Sumba Tengah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus bangun toleransi yang sudah berakar di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diwilayah kabupaten Sumba Tengah.

Bacaan Lainnya

lanjut Ustad Syaiful,Sebagai masyarakat Republik Indonesia yang berbineka tunggal Ika,khususnya kita di wilayah Nusa Tenggara Timur ( NTT),lebih khusus lagi di wilayah Sumba yang heterogen.Ketika kita menyikapi persoalan geo politik dunia yang kadang membuat kita multi persepsi sehingga bermakna bias.

Saran kami,agar kehidupan kita itu lebih damai,tetaplah menjaga kebersamaan dan rawat kerukunan.
yang pertama sekali : jangan masuk kerana politik luar negeri,kita harus lebih mengedepankan hidup toleransi diwilayah sebenarnya jauh dari konflik.

Yang kedua kita tidak boleh menyudutkan satu pihak,melihat peperangan antar negara yang melibatkan negara besar baik Amerika dan Israel dengan Iran,persoalan ini semestinya kita tidak terlalu bicara banyak,agar tidak terjadi multitafsir. Diam itu lebih baik, karena kita bukan berada diwilayah tersebut.Ada rumusan dalam pandangan ulama fikih: “tidak boleh berijtihad kalau tidak faham realitas”.

Yang ke tiga.Tetap jaga perdamaian,jaga persaudaraan,kita kuatkan nilai lokal kita,menjaga musyarawah perkuat kerukuna antar agama,interen agama khususnya di kabupaten Sumba Tengah.

Jadi kesimpulannya,kita tinggal dikabupaten Sumba Tengah,dimana masyarakat hidup heterogen dan saling menghormati antar agama,konflik di Irak dan Israel memang berat,tetapi kita disini belajar bahwa perbedaan tidak harus menimbulkan kebencian.Yang paling penting adalah menjaga toleransi dan persaudaraan diantara sesama.

Kita jadikan fenomena problematika Dunia sebagai ibrah/pembelajaran bahwa kita jangan demikian adanya. kedamaian lebih maslahat dari pada meruncing kekacauan. Perbedaan budaya,agama tidak menjadi sumber konflik tapi justru memperkaya kehidupan bersama.
Satu kutipan dari Filsuf Rusia Leo Tolstoy dalam sesi wawancara: jangan kamu beritahukan kelebihan agama kepadaku,tapi izinkan aku mengetahui agamamu dari sikap dan perbuatan-perbuatan kepada sesama manusia,”Demikian harapan Ustad Syaiful.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *