SUKABUMI, || Sidak tersebut dipimpin Direktur Wilayah II Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro. Dalam peninjauan tersebut, tim memeriksa berbagai aspek pengelolaan dapur, mulai dari kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), kebersihan dapur, hingga tata kelola proses produksi makanan.
Saat melakukan pengecekan di salah satu dapur, Dony menyoroti pekerja yang tidak mengenakan seragam sesuai ketentuan. Ia menilai hal tersebut menunjukkan belum maksimalnya penerapan SOP dalam pengelolaan dapur MBG.
“Yang pertama saya tanya, kenapa mereka tidak menggunakan seragam. Ini tidak sesuai dengan SOP,” ujarnya saat melakukan sidak.
Selain itu, kondisi dapur juga menjadi perhatian tim pengawasan. Beberapa aktivitas memasak diketahui masih dilakukan di lantai dengan ruang produksi yang terbuka, sehingga dinilai belum memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.
Menurut Dony, kondisi tersebut harus segera diperbaiki karena dapur MBG seharusnya memenuhi standar pengolahan makanan yang layak. “Dari sini saja sudah terlihat kondisi dapurnya. Tempat memasak ada di lantai dan terbuka. Ini harus direlokasi,” tegasnya.
Ketua Satgas MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, membenarkan hasil sidak tersebut. Ia menjelaskan bahwa empat dapur yang mendapat Surat Peringatan 1 berada di beberapa kecamatan di Kota Sukabumi.
“Di Kecamatan Cikole dan Kecamatan Citamiang masing-masing satu SPPG diberikan SP1. Kemudian di Kecamatan Warudoyong ada dua SPPG yang juga diberikan SP1,” kata Andri.
Beliau menyebut, dapur yang mendapat peringatan di antaranya SPPG Suryakencana, SPPG Kebonjati Cikole, SPPG Nanggeleng Kebonjengkol, serta SPPG Warudoyong 2.
(Jurnalis : Agus Salim)






