KOTA BANDUNG, || Penjabat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan apresiasi atas pengabdian Budi Sartono selama menjabat sebagai Kapolrestabes Bandung dalam acara perpisahan yang digelar di The Grand Lodakara, Jalan Cicendo No. 29, Kota Bandung, Kamis (5/3/2026).
Farhan mengatakan Kota Bandung sebagai ibu kota Jawa Barat memiliki dinamika yang tinggi sehingga memerlukan koordinasi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai unsur masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut komunikasi yang terintegrasi dan kepemimpinan yang kuat agar stabilitas keamanan di Kota Bandung tetap terjaga di tengah berbagai persoalan sosial, politik, dan keamanan.
“Bandung memiliki dinamika yang besar, bukan hanya bagi Jawa Barat tetapi juga secara nasional. Karena itu diperlukan komunikasi yang terintegrasi dan kepemimpinan yang kuat untuk menjaga kota ini tetap aman dan kondusif,” ujar Farhan.
Ia menilai selama kepemimpinan Budi Sartono, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat di Kota Bandung terjalin dengan sangat baik sehingga berbagai persoalan yang muncul dapat dihadapi bersama.
Farhan menyebut kekompakan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung tetap kondusif.
Selain itu, ia juga mengaku banyak belajar dari gaya kepemimpinan Budi Sartono, khususnya dalam membangun komunikasi yang efektif antar lembaga serta menjaga stabilitas keamanan daerah.
Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, turut menyampaikan penghargaan atas dedikasi Budi Sartono dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bertugas di Kota Bandung.
Menurut Asep, stabilitas keamanan merupakan salah satu faktor utama yang mendukung keberhasilan pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Budi Sartono menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung, DPRD, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjabat sebagai Kapolrestabes Bandung sejak April 2023.
Ia mengaku terkesan dengan penerimaan masyarakat Bandung serta kerja sama berbagai pihak yang memudahkan kepolisian menjalankan tugas menjaga keamanan kota.
Budi juga menyoroti perubahan pola komunikasi masyarakat yang semakin cepat, terutama melalui media sosial seperti TikTok, sehingga aparat kepolisian perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam merespons berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.






