Dialog DPRD–KAMMI Bahas Isu Strategis Masyarakat Tasikmalaya

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi menerima kunjungan silaturahmi jajaran Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Tasikmalaya di kantor DPRD Kota Tasikmalaya, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog antara kalangan mahasiswa dan legislatif dalam membahas berbagai isu strategis yang dihadapi masyarakat.

Bacaan Lainnya

Silaturahmi ini dipimpin langsung oleh Ketua PD KAMMI Kota Tasikmalaya Roihan Syahrul Mubarok, didampingi Sekretaris Jenderal KAMMI Muhammad Fajar Anugrah, serta sejumlah pengurus organisasi mahasiswa tersebut.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan terbuka itu, para mahasiswa memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait kondisi sosial, ekonomi, dan pembangunan di Kota Tasikmalaya.

Sejumlah isu yang disoroti mahasiswa antara lain kondisi ekonomi masyarakat yang dinilai masih menghadapi tekanan, serta meningkatnya angka pengangguran di kalangan generasi muda.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dinamika pembangunan kota yang dinilai memerlukan pengawasan publik agar kebijakan pembangunan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Menurut mereka, generasi muda memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal arah pembangunan daerah melalui partisipasi aktif dalam ruang-ruang diskusi kebijakan publik.

Mahasiswa juga berharap adanya ruang komunikasi yang lebih terbuka antara kalangan mahasiswa, pemerintah daerah, dan lembaga legislatif agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara lebih efektif.

Dialog kemudian berkembang menjadi pembahasan mengenai pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat sipil dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kota Tasikmalaya.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya Heri Ahmadi menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.

Ia menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam sistem demokrasi sebagai kelompok intelektual yang mampu memberikan pandangan kritis terhadap kebijakan publik.

Menurut Heri, tradisi kritik dari kalangan kampus merupakan bagian penting dari mekanisme kontrol sosial dalam proses penyelenggaraan pemerintahan.

“Kami sangat terbuka menerima aspirasi dari mahasiswa. Tradisi kritis dari kalangan kampus adalah bagian penting dari kontrol sosial terhadap kebijakan publik,” ujar Heri Ahmadi.

Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan mahasiswa hendaknya bersifat konstruktif serta tetap menjunjung tinggi etika dialog.

Heri juga mengingatkan pentingnya melakukan kajian yang mendalam sebelum menyampaikan kritik atau tuntutan kepada pemerintah agar aspirasi yang disampaikan benar-benar berbasis fakta.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan data dalam menyampaikan masukan terhadap kebijakan publik sehingga kritik yang disampaikan dapat menjadi bahan pertimbangan yang objektif bagi para pengambil keputusan.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut kemudian ditutup dengan komitmen bersama untuk terus membuka ruang komunikasi antara mahasiswa dan DPRD Kota Tasikmalaya sebagai bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih partisipatif dan responsif terhadap aspirasi masyarakat.

(Rzl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *