KUPANG, || Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia Nusa Tenggara Timur (Pertina NTT), Dr. Semuel Haning, S.H., M.H.,
secara resmi melepas tiga atlet tinju terbaik daerah untuk mengikuti Training Camp (TC) sebagai persiapan menuju Kejuaraan Asia U-23 yang akan digelar bulan depan.
Pelepasan yang berlangsung di Kupang itu diwarnai pesan penuh semangat dan Optimisme22. Ketiga atlet muda ini tak hanya membawa nama Nusa Tenggara Timur, tetapi juga Merah Putih di panggung internasional.
“Saya mau menyampaikan, hati-hati berangkat besok. Selamat jalan dan selamat melakukan pelatihan yang terbaik,” ujar Ketua Pertina NTT kepada awak media.
Tiga atlet yang dipercaya mewakili NTT yakni Dio Koebanu (kelas 48 kg putra, asal Timor Tengah Selatan), Ignasia Indry Amkolo (kelas 50 kg putri, asal Timor Tengah Utara), dan Dominika Asnat Bayo (kelas 66 kg putri, asal Sumba Barat Daya). Mereka akan didampingi oleh pelatih Denisius Hitarihun selama menjalani pemusatan latihan.
Ketua Pertina NTT menegaskan, kepercayaan yang diberikan kepada dua atlet putri dan satu atlet putra ini bukan tanpa alasan. Mereka dinilai memiliki kualitas teknik, fisik, dan mental bertanding yang mumpuni untuk bersaing di level Asia.
“Dipercaya tiga atlet, dua putri dan satu putra. Mereka pergi mewakili NTT dan Indonesia sekaligus,” tegasnya.
Sebelum turun di Kejuaraan Asia U-23, para atlet akan menjalani TC intensif guna mematangkan teknik, meningkatkan daya tahan fisik, serta memperkuat mental tanding.
Pelatih Denisius Hitarihun memastikan seluruh program latihan disusun secara maksimal.
“Kalau kami sebagai pelatih sudah memberikan latihan yang baik. Kembali lagi ke atlet, mereka sudah mempersiapkan diri dengan baik untuk mengikuti kejuaraan tersebut,” ujarnya.
Tak tanggung-tanggung, Ketua Pertina NTT pun mencanangkan target ambisius: minimal empat hingga lima medali emas.
“Ya, 5 emas maksudnya begitu. Itu yang kami tetap perjuangkan,” katanya optimis.
Ia juga menyampaikan pesan motivasi yang kuat dan penuh makna bagi para petinju muda tersebut.
“Mandi keringat di bawah ring lebih baik daripada mandi darah di atas ring.”
Menurutnya, kerja keras selama latihan adalah kunci untuk menghindari kegagalan saat bertanding. Prestasi yang diraih nantinya bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi atlet, tetapi juga kebanggaan seluruh masyarakat NTT dan Indonesia.
“Motivasi satu kata: emas. Untuk NTT dan Indonesia.”
Kini, harapan besar masyarakat NTT berada di pundak Dio Koebanu, Ignasia Indry Amkolo, dan Dominika Asnat Bayo. Dari bumi Flobamora menuju panggung Asia, target mereka sudah tegas dan lantang: emas untuk daerah, emas untuk bangsa.
(Desy)






