KOTA CIMAHI, || Pemerintah Kota Cimahi meresmikan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Cimahi sebagai upaya memperkuat infrastruktur kesehatan dasar dan meningkatkan akurasi diagnostik bagi masyarakat, Jumat (13/02).
Peresmian fasilitas kesehatan tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis data dan deteksi dini penyakit.
Labkesmas Kota Cimahi dibangun melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pengujian kesehatan yang mandiri, mencakup layanan pemeriksaan klinis dan kesehatan lingkungan dalam satu sistem yang terintegrasi.
Keberadaan Labkesmas dinilai strategis mengingat Kota Cimahi merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, dengan jumlah penduduk lebih dari 560 ribu jiwa di wilayah seluas sekitar 40 kilometer persegi.
Kondisi tersebut menjadikan kebutuhan terhadap sistem deteksi dini penyakit serta pengawasan kualitas lingkungan sebagai hal yang krusial bagi kesehatan masyarakat.
Labkesmas Kota Cimahi dirancang untuk melayani berbagai pemeriksaan, mulai dari laboratorium klinis dasar, surveilans penyakit menular dan tidak menular, hingga pengujian kualitas lingkungan.
Selain itu, fasilitas ini juga menyediakan layanan pemeriksaan air bersih, air minum, dan sanitasi guna memastikan standar kesehatan lingkungan masyarakat tetap terjaga.
Untuk menjamin keamanan pengujian, Labkesmas dilengkapi dengan standar biosafety yang ditingkatkan sehingga proses pemeriksaan spesimen dapat dilakukan secara aman dan sesuai regulasi.
Dengan adanya Labkesmas, proses pengambilan sampel hingga hasil uji laboratorium diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, sehingga diagnosis medis bisa ditegakkan dengan lebih akurat dan tepat waktu.
“Ini bukan sekadar peresmian gedung, tetapi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan berbasis data dan pemeriksaan laboratorium yang akurat,” ujar Wali Kota Cimahi Ngatiyana.
Ia menambahkan, kehadiran Labkesmas memungkinkan masyarakat tidak lagi bergantung pada layanan pengujian laboratorium di luar daerah.
Menurutnya, pembangunan sektor kesehatan menjadi prioritas pemerintah daerah karena merupakan fondasi utama produktivitas masyarakat.
“Kesehatan adalah layanan dasar. Investasi di laboratorium berarti investasi pada pencegahan, deteksi dini, dan keselamatan warga,” tegasnya.
Ke depan, Pemerintah Kota Cimahi juga akan melengkapi fasilitas ini dengan peralatan tambahan dari Kementerian Kesehatan yang dijadwalkan mulai didistribusikan pada April 2026, dengan target operasional penuh seluruh layanan pada 2027 seiring pemenuhan alat dan sumber daya manusia.
Labkesmas ini juga dirancang terbuka untuk melayani masyarakat luar Kota Cimahi serta menjalin kerja sama dengan fasilitas kesehatan swasta dan jejaring laboratorium di wilayah Bandung Raya.
Peresmian Labkesmas ditandai dengan penandatanganan prasasti serta peninjauan langsung fasilitas oleh Wali Kota Cimahi, sebagai simbol dimulainya penguatan sistem kesehatan daerah yang responsif, terintegrasi, dan berkelanjutan menuju Cimahi yang sehat dan berdaya saing.
(Dewi)






