KAB. BANYUWANGI, || Warga di sekitar jalur menuju destinasi wisata Pantai Cemara, Banyuwangi, mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku balap liar yang dinilai telah membahayakan keselamatan masyarakat dan meresahkan pengguna jalan.
Desakan tersebut muncul setelah terjadinya insiden kecelakaan yang menimpa seorang petani saat melintas di jalur tersebut pada Sabtu, 4 Januari 2026, ketika hendak pulang ke rumah usai bekerja di sawah.
Jalur yang semula menjadi akses utama petani dan warga kini kerap disalahgunakan sebagai arena balap liar, sehingga menciptakan situasi mencekam dan mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.
Warga menilai aksi balap liar tersebut tidak lagi bersifat spontan, melainkan telah terorganisir secara terbuka dan berulang, bahkan dipromosikan melalui media sosial.
Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat akun Instagram bernama “Kedawung Race” (kedawungraceway) yang secara aktif mengorganisir, mengumumkan, serta menayangkan konten balap liar di jalur Pantai Cemara.
Aksi balap liar tersebut diketahui rutin berlangsung setiap sore hari, sekitar pukul 16.00 hingga 17.00 WIB, bertepatan dengan jam pulang para petani dan meningkatnya mobilitas warga menjelang Magrib.
Masyarakat pun memohon perlindungan kepada Kapolresta Banyuwangi dan Dandim 0825 Banyuwangi, karena upaya pembinaan lisan yang selama ini dilakukan dinilai tidak memberikan efek jera bagi para pelaku.
“Warga tidak membutuhkan sekadar teguran lisan. Kami memohon tindakan tegas, nyata, dan berkelanjutan. Kami rindu kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang aktif melindungi masyarakat,” ujar salah satu warga.
Selain pelaku balap liar, warga juga meminta aparat menindak pengelola akun media sosial yang secara jelas memobilisasi dan menyebarluaskan kegiatan balap liar tersebut.
Penyebaran aksi balap liar di media sosial dinilai mencederai citra Banyuwangi sebagai daerah yang aman, tertib, dan ramah, sekaligus mengancam keselamatan warga yang menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian.
(Iwan)





