Pertama di Tasikmalaya, Penguatan Kompetensi Pendidik PAUD Non Formal dan Kesetaraan Jadi Program Tahunan

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Peningkatan kompetensi pendidik PAUD Non Formal dan pendidikan kesetaraan di Kota Tasikmalaya menjadi program strategis yang untuk pertama kalinya dilaksanakan dan direncanakan berkelanjutan sebagai agenda tahunan.

Bacaan Lainnya

Program ini diinisiasi oleh jajaran Penilik Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya sebagai upaya meningkatkan kualitas pengajaran, penguatan kapasitas pendidik, tata kelola lembaga, serta pemenuhan standar nasional pendidikan.

Koordinator Penilik Kota Tasikmalaya, Triana Desanty, S.Pd. AUD, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi ini merupakan langkah krusial dalam menunjang peran PAUD dan pendidikan kesetaraan dalam membangun fondasi pendidikan masyarakat.

Teni Ratnasari, S.Pd.AUD (Ketua Penyelenggara) Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya menggelar Kegiatan Penguatan Kompetensi Pendidik PAUD Nonformal dan Pendidikan Kesetaraan se-Kota Tasikmalaya, Selasa (27/1/2026), sebagai bentuk komitmen meningkatkan profesionalisme dan kapasitas pendidik.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di Ballroom Lantai 5 Gedung Dewi Sartika, Program Studi PAUD UPI Kampus Kota Tasikmalaya, dan diikuti oleh pendidik PAUD nonformal serta pendidikan kesetaraan dari seluruh wilayah Kota Tasikmalaya.

 

Penguatan kompetensi ini mengusung semangat pendampingan bermakna, pendidik berdaya, murid tumbuh bahagia, orang tua bermitra, serta lingkungan belajar yang berbudaya.

Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kota Tasikmalaya dengan Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, guna menjawab tantangan perkembangan zaman di sektor pendidikan nonformal dan kesetaraan.

Ketua Ikatan Penilik Indonesia Kota Tasikmalaya, Hj. Ia Erni Holiani, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan menguatkan peran pendidik agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang bermakna.

Menurutnya, pendidik PAUD nonformal dan pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi karakter serta kecakapan hidup peserta didik sejak dini.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur UPI Kampus Tasikmalaya, Ketua Program Studi PAUD UPI Kampus Tasikmalaya, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya beserta jajaran struktural.

Hadir pula Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kepala Bidang Pembinaan PAUD Nonformal (PAUDNF), Kepala Seksi PAUD, Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Kepala Seksi Pembinaan TK, SD, PAUDNF dan Pendidikan Kesetaraan.

Selain itu, kegiatan diikuti para penilik pendidikan se-Kota Tasikmalaya, Ketua HIMPAUDI Kota Tasikmalaya, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dr. H. Rojab Riswan Taufik, S.Sos., M.Si., secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada seluruh peserta.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendidik merupakan garda terdepan dalam membangun generasi masa depan, karena kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kapasitas, keteladanan, dan komitmen pendidik.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan pendidikan di Kota Tasikmalaya terintegrasi dengan visi daerah melalui tujuh tema pembangunan yang bermuara pada tujuan besar Tasik Pintar.

“Di tingkat nasional terdapat Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), di tingkat Provinsi Jawa Barat ada konsep Panca Waluya. Seluruh kerangka kebijakan tersebut kami satukan dalam pendekatan pendidikan PINTAR (Pendidikan Tasik Rancagé),” ujarnya.

Melalui kegiatan penguatan kompetensi ini, Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya berupaya mendorong implementasi nilai dan semangat PINTAR secara nyata di seluruh satuan pendidikan, termasuk PAUD nonformal dan pendidikan kesetaraan, mulai tahun 2026.

(Rizal)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *