Hidup Sebatang Kara, Nenek Kemi Tinggal di Rumah Tak Layak Huni

SERGAP.CO.ID

KAB. BANYUWANGI, || Seorang warga lanjut usia bernama Nenek Kemi, warga Dusun Sumbersuko, Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kabupaten Banyuwangi, terpaksa bertahan hidup di rumah dengan kondisi nyaris ambruk dan tidak layak huni, Kamis (22/1/2026).

Bacaan Lainnya

Rumah yang ditempati Nenek Kemi mengalami kerusakan berat, dengan atap berlubang besar, kayu penyangga lapuk dan patah, serta kondisi bangunan yang rawan roboh, terutama saat hujan deras.

Ketua DPC LSM Pasukan Khusus Harimau Banyuwangi, Yusuf Kurniawan yang akrab di sapa Iwan, mengatakan hasil penelusuran di lapangan menunjukkan rumah tersebut sangat membahayakan keselamatan penghuninya.

“Beberapa bagian atap sudah jebol dan ada kayu yang menggantung. Ini sangat berisiko, apalagi ditempati seorang lansia yang hidup sendiri dengan keterbatasan ekonomi,” ujar Yusuf.

Kondisi di dalam rumah juga memprihatinkan. Dinding terlihat lembab dan berjamur, ventilasi minim, cahaya matahari sulit masuk, serta lantai sering basah akibat air hujan yang masuk langsung ke dalam rumah.

Warga sekitar mengaku khawatir dengan keselamatan Nenek Kemi, terutama saat musim penghujan yang masih berlangsung.

“Kalau hujan deras, air masuk semua ke dalam rumah. Kami kasihan, tapi tidak tahu harus berbuat apa,” kata salah satu warga setempat.

Ironisnya, hingga kini rumah tersebut belum tersentuh program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), padahal program tersebut ditujukan bagi warga miskin dan lansia yang tinggal di rumah berisiko.

Warga menduga rumah Nenek Kemi belum pernah didata secara optimal atau terlewat dalam penentuan penerima bantuan sosial dan perumahan dari pemerintah.

Selain itu, Nenek Kemi diketahui hanya sempat menerima bantuan sosial pada tahun 2023, sementara pada tahun berikutnya bantuan tersebut tidak lagi diterima.

Kondisi ini dinilai mencerminkan masih adanya warga rentan yang luput dari perhatian, meskipun berbagai program bantuan pemerintah terus digulirkan.

Hingga berita ini diturunkan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, M. Yanuar Bramuda, belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp.

Ketua DPC LSM Pasukan Khusus Harimau Banyuwangi mendesak dinas terkait, pemerintah desa, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk segera turun tangan serta menindaklanjuti renovasi rumah Nenek Kemi, agar lansia tersebut dapat tinggal di hunian yang aman dan layak.

(Time)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *