KAB. BANYUWANGI, || Keributan yang melibatkan seorang Ladies Companion (LC) berinisial S dengan petugas pengelola Vila Arizza berinisial P di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, memicu sorotan warga dan menimbulkan pertanyaan terkait aktivitas serta pengawasan terhadap tempat tersebut.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 24.00 WIB itu disebut berlangsung cukup gaduh hingga menarik perhatian warga sekitar. Adu mulut disertai teriakan keras antara kedua pihak sempat memanaskan situasi sebelum akhirnya berhasil diredam.
Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, keributan diduga dipicu persoalan internal yang berkaitan dengan sistem kerja dan aturan di lokasi tersebut. Namun hingga kini belum ada penjelasan rinci mengenai akar persoalan yang memicu konflik tersebut.
Pemilik Vila Arizza, Rizza, membenarkan adanya insiden tersebut. Saat dikonfirmasi, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab keributan karena saat kejadian dirinya sedang berada di luar lokasi.
“Memang betul telah terjadi keributan antara LC dengan petugas villa pada Kamis malam sekitar pukul 24.00 WIB di villa, tetapi permasalahannya saya kurang paham karena waktu itu posisi saya sedang di luar,” ujar Rizza saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, Villa Arizza menyediakan empat kamar penginapan sekaligus fasilitas karaoke di dalam kamar. Menurutnya, tamu yang datang juga kerap menginap bersama LC di lokasi tersebut.
“Sering juga LC menginap di kamar Villa Arizza bersama tamu,” katanya.
Rizza juga menyebutkan bahwa petugas pengelola vila berinisial P telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rogojampi untuk penanganan lebih lanjut.
Di sisi lain, Kepala Desa Karangbendo, Budiarto, mengaku belum mengetahui secara pasti terkait izin operasional vila tersebut. Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, ia menyebut pemilik vila belum pernah melaporkan atau berkoordinasi mengenai perizinan kepada pemerintah desa.
“Untuk masalah izin saya tidak tahu, karena selama ini pemilik Villa Arizza belum pernah memberitahukan izin tentang villanya ke kantor Desa Karangbendo,” ujar Budiarto singkat.
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengawasan terhadap aktivitas di lokasi yang disebut warga kerap menimbulkan keresahan. Sejumlah warga meminta aparat dan instansi terkait turun tangan untuk memastikan operasional tempat tersebut berjalan sesuai aturan.
“Kalau terus terjadi seperti ini, berarti ada yang tidak beres. Harus ada tindakan tegas,” ujar salah seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil laporan maupun dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan aktivitas di Villa Arizza. Namun insiden tersebut telah memicu perhatian publik dan spekulasi mengenai kemungkinan adanya aktivitas terselubung yang luput dari pengawasan.





