Mahasiswa KKN INUTAS Dampingi Dinas Perumahan Jabar Tinjau Lokasi Relokasi Korban Pergerakan Tanah di Desa Cikondang

Caption : Mahasiswa KKN Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya (INUTAS) kelompok 9 turut mendampingi proses survei sebagai bentuk dukungan terhadap upaya

SERGAP.CO.ID

KAB. TASIKMALAYA, || Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perumahan dan Permukiman melakukan survei dan kajian teknis terhadap lokasi relokasi bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah di Desa Cikondang, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (13/1/2025).

Bacaan Lainnya

Survei lokasi tersebut dipimpin langsung oleh Indi Nurdiansyah, Jabatan Fungsional (Jafung) Tata Bangunan dan Perumahan Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat, guna memastikan kelayakan lahan yang diusulkan sebagai kawasan permukiman baru.

Indi menjelaskan, berdasarkan hasil analisis dan penelitian STMKG, (Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) lahan relokasi memiliki potensi untuk permukiman, namun dengan fungsi terbatas sehingga tidak seluruh area dapat dimanfaatkan untuk pembangunan rumah warga.

“Tidak semua lahan boleh digunakan. Hanya sebagian kecil yang layak untuk permukiman. Pohon-pohon besar tidak boleh ditebang, dan area dengan kemiringan lereng di atas 15 persen tidak boleh dibangun,” jelas Indi di lokasi survei.

Meski demikian, ia menyebut kawasan tersebut masih memungkinkan digunakan sebagai permukiman terbatas dengan syarat jenis bangunan yang dibangun harus berkonstruksi ringan, seperti rumah berbahan kayu, yang dinilai lebih aman dibanding bangunan permanen dari beton.

Indi menegaskan, jika relokasi direalisasikan, masyarakat harus memiliki komitmen untuk merawat bangunan, mengingat umur bangunan kayu relatif lebih pendek dibanding rumah tembok.

Selain bangunan hunian, ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan fasilitas umum, terutama sistem jaringan air bersih agar tidak menimbulkan permasalahan baru di kawasan permukiman relokasi.

“Jangan sampai muncul masalah baru, khususnya pada sistem air bersih. Perawatan harus dilakukan bersama oleh masyarakat agar keberlanjutan air dapat terjaga dalam jangka panjang,” pesannya.

Survei lokasi relokasi tersebut dilaksanakan di Dusun Sukahurip, Desa Cikondang, yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari titik bencana pergerakan tanah. yang di hadiri pemerintah desa beserta masyarakat setempat.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa KKN Institut Nahdlatul Ulama Tasikmalaya (INUTAS) turut mendampingi proses survei sebagai bentuk dukungan terhadap upaya percepatan penanganan korban bencana.

Menurut Indi Nurdiansyah, sebagian lahan yang disediakan pemerintah desa telah memenuhi kriteria teknis, sementara sebagian lainnya masih memerlukan kajian lanjutan sebelum ditetapkan sebagai kawasan permukiman.

“Harapannya kajian lanjutan bisa segera diselesaikan sehingga proses relokasi dapat cepat direalisasikan,” ujarnya.

Sementara itu, data sementara menunjukkan 77 kepala keluarga dari total 103 KK warga terdampak bencana telah menyatakan persetujuan untuk direlokasi ke lokasi yang disiapkan.

Tokoh masyarakat setempat yang akrab disapa Ambu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat atas peninjauan lokasi relokasi tersebut.

“Kami sebagai masyarakat hanya bisa menunggu dan terus berdoa. Mudah-mudahan relokasi ini cepat terealisasi agar ke depan tidak terjadi lagi bencana, khususnya di Kampung Margamulya RT 02 RW 01,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan salah satu mahasiswa INUTAS Tasikmalaya, Muhamad Yusuf Asakaki yang berharap aspirasi dan harapan masyarakat dapat segera diwujudkan oleh pemerintah.

Masyarakat Desa Cikondang berharap, dengan terealisasinya relokasi yang aman dan berkelanjutan, warga terdampak dapat kembali menjalani kehidupan yang layak tanpa dibayangi ancaman bencana serupa di masa mendatang

(Rizal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *