KUPANG, || Kepala SMK Negeri 6 Kupang, Asa Lahtang menegaskan bahwa momentum Syukuran Natal dan Tahun Baru serta Pelepasan Guru Purna Bhakti harus dimaknai sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan sekadar perayaan seremonial semata.
Hal tersebut disampaikan Lahtang dalam sambutannya pada kegiatan Syukuran Natal dan Tahun Baru serta Pelepasan Guru Purna Bhakti yang berlangsung di SMKN 6 Kupang. Kamis, (8/1).
Menurut Lahtang, tujuan utama pelaksanaan hari raya keagamaan adalah menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan. Dengan menjadikan Tuhan sebagai Pencipta yang utama, maka nilai-nilai ketuhanan akan melintasi seluruh sektor kehidupan.
“Tujuan kita melaksanakan hari raya adalah untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Bukan ritual perayaannya yang diutamakan, tetapi bagaimana kita meletakkan Tuhan sebagai Pencipta. Jika itu terjadi, maka Tuhan akan melintasi semua sektor kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, agama sejatinya bukan menjadi pemecah belah, melainkan pemersatu. Hal itu, kata Lahtang, terbukti dari pelaksanaan kegiatan yang berjalan dengan lancar dan melibatkan partisipasi dari berbagai denominasi agama.
“Agama bukan pemecah belah, tetapi pemersatu. Kita bisa melihat hari ini berjalan dengan baik karena partisipasi semua denominasi agama,” ungkapnya.
Lahtang juga menekankan pentingnya membangun spirit dan energi positif dalam diri setiap insan pendidikan. Menurutnya, spirit yang kuat akan membawa keberhasilan dalam setiap hal yang dikerjakan.
“Kita perlu membangun spirit, karena apa yang kita lakukan akan berhasil jika ada kekuatan batin dan motivasi di dalam diri,” Tambahnya.
Ia menjelaskan bahwa agama menuntun manusia untuk selalu dekat dengan Tuhan melalui cara dan doa yang berbeda-beda, namun memiliki satu tujuan yang sama, yakni mendekatkan diri kepada Sang Pencipta agar kasih dan pertolongan Tuhan dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia.
“Dengan cara berdoa yang berbeda-beda tetapi tujuan kita satu, yakni mendekatkan diri kepada Tuhan, maka kasih dan pertolongan Tuhan akan dirasakan oleh semua manusia,” lanjutnya.
Atas dasar kasih kepada Tuhan itulah, Lahtang menyebut perayaan Natal dan Tahun Baru serta pelepasan purna bhakti ini dilaksanakan dengan penuh rasa syukur.
Lebih lanjut, Lahtang juga menyampaikan komitmennya untuk terus memacu semangat dan motivasi seluruh warga sekolah tanpa terpengaruh oleh kondisi apa pun.
“Energi positif perlu dibangun dalam diri kita, karena spirit akan membuat kita tetap stabil,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Lahtang menyampaikan terima kasih atas seluruh partisipasi dan dukungan semua pihak, serta mendoakan agar SMKN 6 Kupang semakin hari semakin maju.
“Tidak ada yang menjadi penghalang jika kita bermimpi sekolah ini menjadi unggul dan menjadi salah satu sekolah terbaik di Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.
(Desy)






