Wabup Sumba Tengah Launching PK POM Model di Rumah Kadis Pariwisata

SERGAP.CO.ID

SUMBA TENGAH, || Wakil Bupati Kabupaten Sumba Tengah, M. Umbu Djoka, S.Hut., M.Si., secara resmi melaunching Pekarangan Pro Oli Mila (PK POM) Model di kediaman Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Tengah, Drs. Sofrein U. S. Marisi, di Desa Tarung Majaga, Kecamatan Katiku Tana Selatan, Sabtu (20/12/2025).

Bacaan Lainnya

PK POM Model merupakan program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pemanfaatan pekarangan yang terintegrasi antara sektor hortikultura, peternakan, dan perikanan.

Peluncuran PK POM Model tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Acara launching dihadiri sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya sesepuh Sumba Tengah Umbu Dondu, BBA, Staf Ahli Bupati, Kepala Bagian Protokol, Sekretaris Dinas Perhubungan, Ketua BPMJ GKS Jemaat Laigoli, serta keluarga dan kerabat Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sofrein U. S. Marisi menjelaskan bahwa pemilihan Desa Tarung Majaga sebagai lokasi PK POM Model dilandasi oleh kedekatan emosional dan keterikatan yang telah terjalin lama dengan masyarakat setempat.

Ia menegaskan bahwa program tersebut sengaja tidak dilaksanakan di wilayah lain, melainkan di desa asalnya sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial kepada masyarakat.

PK POM Model mengintegrasikan pekarangan hortikultura dengan apotek hidup yang ditanami berbagai jenis tanaman produktif, di mana sebagian hasilnya telah mulai dipanen.

Selain tanaman, program ini juga mengembangkan sektor peternakan dan perikanan, meliputi penebaran benih ikan lele sebanyak 350 ekor yang akan ditambah menjadi total 500 ekor, pemeliharaan enam ekor kambing, serta tujuh ekor bebek dari 15 ekor awal.

Sofrein menyampaikan bahwa PK POM membutuhkan pendampingan intensif dari dinas teknis karena memerlukan penanganan khusus, termasuk dalam pengelolaan ternak dan perikanan.

Ia juga memanfaatkan rumah panggung miliknya sebagai kandang ternak bebek dan kambing dengan menyesuaikan kondisi dan sumber daya yang tersedia.

Menurutnya, PK POM Model merupakan wujud dukungan nyata bagi kepentingan masyarakat Desa Tarung Majaga khususnya dan masyarakat Sumba Tengah pada umumnya.

Sementara itu, Wakil Bupati M. Umbu Djoka menegaskan bahwa pelaksanaan PK POM harus dimulai dari para pejabat sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.

Ia menilai, apa yang disampaikan kepada masyarakat harus terlebih dahulu dipraktikkan, sehingga masyarakat dapat melihat langsung, meniru, dan tidak lagi ragu untuk menjalankan program tersebut.

Wabup juga mengapresiasi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah memberikan contoh konkret, meskipun diakuinya masih banyak pejabat yang belum melaksanakan program serupa.

Menurut Umbu Djoka, PK POM Model merupakan program strategis yang tidak hanya menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat serta membantu pemenuhan gizi dan protein bagi bayi balita bermasalah gizi dan ibu hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Ia menambahkan, PK POM Model selaras dengan Program Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Makan Bergizi Gratis (MBG), di mana hasil produksi PK POM diharapkan dapat dipasok ke dapur MBG.

Pada tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah menargetkan sebanyak 2.000 kepala keluarga miskin akan menerima program PK POM dengan nilai bantuan sekitar Rp5 juta per keluarga.

Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pengadaan ternak kambing, bebek, benih ikan lele, serta pengembangan hortikultura, dengan target penurunan angka kemiskinan sebesar dua persen setiap tahun melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *