Diklat Pemberdayaan Masyarakat 2025: Upaya Dishub Wujudkan Transportasi Aman dan Tertib

SERGAP.CO.ID

KOTA TASIKMALAYA, || Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tasikmalaya mendorong terciptanya budaya tertib lalu lintas melalui pelaksanaan Diklat Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD (PTDI-STTD) Bekasi yang digelar secara daring pada 15 Oktober 2025.

Bacaan Lainnya

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (23–25 Oktober 2025), dengan total 170 peserta yang mengikuti tiga program pelatihan berbeda. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dishub untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia di sektor transportasi daerah.

Adapun tiga program yang diselenggarakan meliputi Diklat Penyuluh Keselamatan Berlalu Lintas dengan 70 peserta, Diklat Juru Parkir Berkeselamatan dengan 50 peserta, dan Diklat Pengemudi Angkutan Umum Berkeselamatan dengan 50 peserta. Seluruh peserta mengikuti pelatihan yang dirancang untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan praktis.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas SDM perhubungan, baik dari sisi kemampuan teknis, pelayanan publik, maupun sikap profesional dalam menjalankan tugas di lapangan.

“Pelatihan ini bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan kesadaran akan pentingnya keselamatan. Kami ingin para peserta menjadi contoh nyata budaya tertib lalu lintas di masyarakat,” ujarnya.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai keselamatan berlalu lintas, etika berkendara, dan disiplin di jalan raya. Para peserta dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai peraturan lalu lintas serta strategi membangun kesadaran publik akan pentingnya keselamatan.

Dishub Tasikmalaya berharap kegiatan ini dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku transportasi dalam menciptakan lingkungan transportasi yang aman, tertib, dan nyaman. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam menumbuhkan budaya disiplin berlalu lintas.

Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini juga menjadi momentum penting untuk menyiapkan para peserta sebagai agen perubahan di lingkungannya masing-masing. Mereka diharapkan mampu mengedukasi masyarakat serta menularkan semangat keselamatan dalam aktivitas transportasi sehari-hari.

Melalui pelatihan ini, Dishub Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia perhubungan serta memperkuat budaya keselamatan dan ketertiban lalu lintas menuju transportasi yang berkelanjutan di Kota Tasikmalaya.

(Rzl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *