Anak Asuh Kapolri Ja’far Hasibuan Bikin Heboh Kampus USU, Juara Workshop Artificial Intelligence!

SERGAP.CO.ID

MEDAN, || Sorak tepuk tangan menggema di Auditorium Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) saat nama Muhammad Ja’far Hasibuan diumumkan sebagai juara pertama Workshop Artificial Intelligence (AI) untuk Penelitian dan Publikasi Berkualitas, Jumat (17/10/2025). Mahasiswa Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat semester I itu sukses mengungguli puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi.

Bacaan Lainnya

Workshop bergengsi yang digelar oleh Program Doktor (S3) Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM USU ini berlangsung selama dua hari, 17–18 Oktober 2025. Acara dibuka langsung oleh Dekan FKM USU Prof. Dr. Dra. Ida Yustina, M.Si, dengan menghadirkan narasumber Dr. Nasrul Z., ST., M.Kes. dan moderator Dr. Sri Malem Indirawati, SKM., M.Si. Kegiatan ini fokus pada pemanfaatan AI untuk membantu penelitian berstandar jurnal internasional Scopus Q1.

Dari puluhan peserta, karya ilmiah Ja’far mencuri perhatian juri. Ia memadukan riset biofarmaka dan kecerdasan buatan untuk menghasilkan model penelitian inovatif yang dinilai memiliki potensi global. Karya tersebut mengantarkan dirinya meraih juara pertama, disusul Ally Abdullah Ally, mahasiswa doktoral asal Tanzania, di posisi kedua.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Dekan I FKM USU, Dr. Umi Salmah, SKM., M.Kes., didampingi Wakil Dekan II Ir. Indra Chahaya S., M.Si. “Kemenangan ini bukan soal prestise, tapi pembuktian bahwa AI bisa menjadi jembatan antara riset dan kemanusiaan,” ujar Ja’far usai menerima penghargaan.

Perjalanan Ja’far menuju panggung juara bukan tanpa rintangan. Ia mengaku pernah dibuli karena dianggap “salah jurusan”. “Banyak yang bilang saya tak cocok di dunia kesehatan. Tapi saya percaya, kesehatan bukan soal gelar dokter, melainkan soal manfaat bagi manusia,” katanya penuh keyakinan.

Kesuksesan Ja’far tak lepas dari peran Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, yang menjadi figur ayah asuh sekaligus pemberi beasiswa bagi dirinya. “Dukungan Bapak Kapolri adalah amanah besar. Beasiswa ini bukan sekadar bantuan dana, tapi kepercayaan negara kepada anak bangsa. Ilmu yang tak dibagikan adalah ilmu yang mati,” ujarnya berapi-api.

Nama Ja’far bukan baru kali ini mencuat. Ia dikenal sejak 2016 ketika dinobatkan sebagai Sarjana Terbaik 1 se-Indonesia oleh Istana Negara melalui kerja sama Kemenpora, Kominfo, LKBN Antara, dan Arsip Nasional RI. Penghargaan itu disiarkan secara nasional dan mengangkat namanya sebagai simbol mahasiswa berprestasi dari kalangan sederhana.

Selain itu, Ja’far juga pernah menerima beasiswa penuh dari universitas ternama di Tiongkok untuk melanjutkan studi S2 dan S3. Meski sempat tertunda, tekadnya tetap kuat: menjadikan risetnya sebagai dasar pengobatan gratis bagi rakyat Indonesia. Ia aktif turun ke desa-desa menjadi relawan kesehatan dan peneliti lapangan.

Kini, mahasiswa yang dulu diremehkan itu menjelma menjadi ilmuwan muda berprestasi internasional. Dari ruang kuliah di USU hingga rencana riset global, Ja’far Hasibuan membawa semangat untuk menjadikan ilmu sebagai jalan pengabdian  membuktikan bahwa dari tangan anak bangsa, dunia pun bisa belajar.

(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *