Menu MBG Telat Datang, Walimurid SD Negeri di Sukaresmi Harus Menunggu Hingga Jam Pulang

SERGAP.CO.ID

PANDEGLANG, || Sejumlah wali murid di SD Negeri Kecamatan Sukaresmi mengeluhkan keterlambatan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh pemerintah. Pasalnya, keterlambatan tersebut kerap kali membuat orang tua, khususnya wali murid kelas satu, harus menunggu anaknya usai jam pelajaran hanya untuk mendapatkan makanan yang seharusnya diterima saat waktu istirahat atau jam belajar, Senin (20/10/2025).

Bacaan Lainnya

Salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekesalannya. Ia mengaku sering kali harus menunggu cukup lama di depan sekolah karena menu MBG belum juga datang, bahkan ketika jam pelajaran telah usai.

“Seharusnya makanannya sudah dibagikan saat jam sekolah. Tapi ini sering telat, bahkan kadang baru datang saat anak-anak sudah waktunya pulang. Kalau begini, lebih baik anak saya tidak usah menunggu makanannya,” ujarnya kepada wartawan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak sekolah dasar. Namun di lapangan, pelaksanaannya di beberapa sekolah, termasuk SDN di Wilayah Kecamatan Sukaresmi, masih menghadapi tantangan teknis, terutama dalam hal ketepatan waktu distribusi.

Sejumlah orang tua lainnya juga menyampaikan keluhan serupa. Mereka menilai bahwa keterlambatan distribusi menu MBG bisa mengurangi efektivitas program tersebut, terutama karena anak-anak sudah dalam kondisi lelah dan ingin segera pulang ke rumah.

“Kalau bisa, makanan bergizi itu dibagikan tepat waktu saat anak-anak masih di dalam kelas, atau paling tidak saat jam istirahat. Jangan sampai mereka sudah waktunya pulang, tapi makanan belum datang,” ujar salah satu wali murid lainnya.

Sementara itu, pihak sekolah hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan resmi terkait kendala distribusi MBG. Namun beberapa sumber internal menyebutkan bahwa keterlambatan bisa terjadi akibat masalah logistik dari pihak penyedia makanan.

Ketua Jurnalis Banten Bersatu (JBB) Kasman, menilai bahwa program MBG merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuh kembang anak, namun pelaksanaannya perlu dikawal secara ketat.

“Distribusi yang tepat waktu dan kualitas makanan yang baik sangat penting untuk keberhasilan program ini. Pemerintah dan sekolah harus saling bersinergi agar pelaksanaannya tidak menimbulkan masalah baru,” ujarnya saat dihubungi secara terpisah.

Kasman meminta Pemerintah  Daerah diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap jalur distribusi MBG, khususnya di SD Negeri wilayah Kecamatan Sukaresmi, agar ke depan tidak terjadi lagi keterlambatan yang bisa berdampak pada kenyamanan peserta didik maupun wali murid.

“Saya berharap Pemerintah Daerah segera mengevaluasi distribusi MBG, terutama di sekolah-sekolah negeri wilayah Kecamatan Sukaresmi. Jangan sampai keterlambatan terus terjadi dan mengganggu kenyamanan anak-anak maupun orang tuanya,” ujar Kasman.

(Kamri S/Embing)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *