Wabup Timotius Ragga Dorong Petani Sumba Barat Kembangkan Bawang Merah

SERGAP.CO.ID

SUMBA BARAT, || Wakil Bupati Sumba Barat, Timotius Tede Ragga, S.Sos mengajak para petani di wilayahnya untuk mulai menanam bawang merah sebagai komoditas unggulan baru yang bernilai ekonomi tinggi.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, bawang merah memiliki harga jual bagus dengan pangsa pasar yang luas, tidak hanya di Pulau Sumba tetapi juga di seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selama ini, para petani di Sumba Barat umumnya hanya mengandalkan tanaman pangan seperti padi, jagung, dan kacang-kacangan. Sementara itu, usaha menanam bawang merah maupun bawang putih jarang dilakukan bahkan nyaris tidak tersentuh.

Wabup Timotius menuturkan, alasan utama petani enggan menanam bawang adalah anggapan bahwa kondisi alam Sumba Barat dengan curah hujan tinggi dan kelembaban yang besar tidak cocok untuk pengembangan komoditas hortikultura tersebut.

Namun, anggapan tersebut terbantahkan dengan keberhasilan panen bawang merah di lahan percontohan yang digarap Kodim 1613 Sumba Barat bersama seorang pengusaha sekaligus petani, Ongko Bobi Samapati. Panen perdana ini berlangsung di Gelora Pada Eweta, Kecamatan Kota Waikabubak, Rabu (1/10/2025).

“Dengan menyaksikan panen bawang merah ini, saya sungguh kagum. Ternyata di tanah kita sendiri bawang merah bisa tumbuh dengan subur dan hasilnya sangat bagus,” kata Wabup Timotius Ragga dalam sambutannya.

Lahan percontohan tersebut memiliki luas sekitar satu hektare dan menghasilkan produksi yang menjanjikan. Hasil ini, kata Wabup, membuktikan bahwa bawang merah bisa menjadi alternatif komoditas baru yang menguntungkan bagi petani.

Ia pun mengimbau agar para petani Sumba Barat segera menanam bawang merah. Menurutnya, siklus tanam bawang merah relatif singkat, hanya dalam waktu dua bulan sudah bisa dipanen dengan hasil yang menguntungkan.

“Selama ini, khususnya petani sawah tadah hujan seperti di Kecamatan Kota Waikabubak, hanya panen padi sekali setahun lalu lahannya dibiarkan kosong. Padahal, setelah panen padi, tanah itu bisa dimanfaatkan untuk menanam bawang merah,” tegasnya.

Timotius menambahkan, panen bawang merah yang disaksikan bersama itu berasal dari lahan sawah tadah hujan. Artinya, petani lain pun bisa melakukan hal yang sama dengan memanfaatkan lahan mereka secara produktif.

“Ayo, mari kita tanam bawang merah. Tanahnya cocok, harga jualnya juga sangat tinggi. Ini peluang besar untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani,” ujarnya penuh semangat.

Selain itu, Wabup juga mengingatkan para petani agar segera menyiapkan lahan untuk musim tanam berikutnya. Persiapan lahan, kata dia, tidak boleh menunggu hingga hujan turun karena akan menghambat pertumbuhan tanaman.

“Segera siapkan lahan padi ladang, lahan jagung, dan lahan lainnya. Kalau menunggu hujan dulu baru bekerja, pasti terlambat. Akibatnya, tanaman tidak bisa tumbuh optimal,” imbau Timotius.

Panen bawang merah ini turut dihadiri oleh Dandim 1613 Sumba Barat, Letkol Inf Ignasius Hali Sogen, S.E., M.Han, bersama sejumlah pejabat dan undangan lainnya. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata bagi pengembangan pertanian hortikultura di wilayah tersebut.

Dengan keberhasilan lahan percontohan ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat berharap para petani mulai melirik bawang merah sebagai komoditas potensial yang mampu meningkatkan ekonomi keluarga dan memperkuat ketahanan pangan.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *