TANJUNGPINANG, || Arena Gelanggang Permainan (Gelper) Max Zone di kawasan pertokoan Jalan Ir. Sutami, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), kembali menuai sorotan publik. Meski kental dengan nuansa perjudian, usaha tersebut masih terus beroperasi hingga kini.
Padahal, Pasal 303 KUHP secara tegas melarang segala bentuk perjudian. Namun praktik di Gelper Max Zone seakan dibiarkan tanpa tindakan tegas dari aparat maupun pemerintah setempat. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat mengenai siapa aktor besar di balik usaha tersebut.
Kinerja Aparat Penegak Hukum (APH) dan Pemerintah Kota Tanjungpinang pun disorot. Publik menilai keduanya seolah membiarkan aktivitas yang berpotensi merusak moral dan melanggar hukum itu tetap berlangsung.
Rumor tak sedap juga beredar terkait adanya aliran dana “koordinasi” dari pengelola Gelper Max Zone kepada sejumlah pihak agar usahanya tetap aman. Investigasi media ini awal Oktober lalu menemukan dugaan praktik pembagian uang di kawasan Batu Sembilan, Tanjungpinang.
Dalam temuan tersebut, seorang oknum wartawan disebut membagikan sejumlah uang kepada wartawan lain. Uang itu ditengarai sebagai bentuk “koordinasi” dari pengelola Gelper agar aktivitasnya terhindar dari pemberitaan media.
Ironisnya, pembagian uang dilakukan di beberapa titik untuk menghindari pantauan publik. Pola setoran terstruktur ini makin memperkuat dugaan adanya jaringan yang sengaja dibangun untuk melindungi keberlangsungan Gelper Max Zone.
Informasi yang dihimpun juga menyebutkan, pengelola Gelper bukan orang baru. Ia disebut sebagai “pemain lama” dan diduga mendapat dukungan dari seorang oknum anggota DPRD Kota Tanjungpinang. Dugaan keterlibatan oknum dewan inilah yang disebut-sebut membuat APH dan Pemkot terkesan tak berkutik.
Ketidakmampuan APH memberantas praktik perjudian di Tanjungpinang dinilai mencoreng wajah institusi penegak hukum di daerah berjuluk Bumi Segantang Lada. Muncul desakan agar Kapolri menurunkan tim khusus untuk mengevaluasi kinerja aparatnya di wilayah tersebut.
Media ini menyatakan komitmennya untuk terus menggali informasi dan mengungkap siapa saja aktor di balik Gelper Max Zone yang kental dengan nuansa perjudian. Publik menanti langkah tegas aparat dalam menegakkan hukum secara adil dan transparan.
(Maniur)






