KUPANG, || Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya pengelolaan dan optimalisasi lahan sebagai aset strategis untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Hal ini disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Akhir Tahun Gugus Tugas Reforma Agraria Provinsi NTT Tahun Anggaran 2025 di Aula Kelimutu, Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi NTT, Kamis (2/10/2025).
Rapat koordinasi ini dihadiri Kepala Kantor Wilayah BPN NTT, Bupati Kupang, serta pimpinan perangkat daerah provinsi NTT yang mengikuti secara daring. Selain itu, para kepala kantor pertanahan kabupaten/kota di NTT juga turut hadir melalui sambungan Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan bahwa reforma agraria bukan sekadar program teknis, melainkan instrumen penting untuk menghadirkan keadilan agraria dan menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
“Undang-Undang Pokok Agraria sudah berusia 65 tahun. Melalui reforma agraria, kita berupaya menghadirkan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat, khususnya di NTT. Pengelolaan aset dan redistribusi tanah, termasuk program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), bukan hal yang mudah, tetapi harus terus kita lakukan,” ujar Melki.
Saya percaya, kalau datanya benar, semua persoalan pasti ada jalan keluarnya. Mari kita rapikan aset yang ada, selesaikan urusan pertanahan secara baik, dan optimalkan lahan untuk kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
(Dessy)






