KAB. TASIKMALAYA, || Puluhan siswa SMKN 1 Cipatujah, Desa Darawati, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, mengalami dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dari yayasan Farhatul Muflihin Rabu (1/10/2025).
Hingga sore hari, tercatat 36 siswa menjadi korban dan harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Mereka mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga kejang-kejang setelah menyantap makanan siang yang dibagikan di sekolah.
Sebagian korban dirawat di Puskesmas Cipatujah sebanyak 13 orang, Pustu Darawati 1 orang, Puskesmas Bantarkalong 8 orang, Puskesmas Culamega 1 orang, serta 5 orang lainnya di Klinik H. Sayat dan Klinik HS Putra Medika. Sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang usai mendapatkan perawatan medis.
Informasi awal menyebutkan, makanan tiba di sekolah sekitar pukul 09.50 WIB lalu dibagikan ke kelas-kelas. Tak lama setelah dikonsumsi, sejumlah siswa mulai mengeluhkan gejala keracunan. Aparat desa bersama pihak keamanan langsung mendatangi lokasi dan membantu evakuasi korban.
Menu yang dikonsumsi siswa berupa nasi, ayam goreng, dan tumis sayur yang disediakan oleh dapur katering MBG di Jalan Raya Cipatujah RT 03 RW 01, Dusun Darawati, Kecamatan Cipatujah. Dugaan awal menyebutkan sumber keracunan berasal dari olahan daging ayam.
Namun dugaan tersebut belum bisa dipastikan. Pihak Dinas Kesehatan akan melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan.
Mayoritas korban merupakan siswa penerima program MBG. Insiden ini memicu kekhawatiran orang tua dan masyarakat sekitar karena program tersebut seharusnya menjamin makanan sehat dan bergizi bagi pelajar.
Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan epidemiologi dan memastikan keamanan distribusi makanan di sekolah. Sampai berita ini diturunkan, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah.
(Red)






