KUPANG, || Hari Kesaktian Pancasila diperingati bukan sekadar ritual seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan. Nilai-nilai ideologi Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara diingatkan kembali agar tidak luntur di tengah perubahan zaman.
Hari Kesaktian Pancasila tahun ini dimaknai sebagai panggilan moral bagi seluruh anak bangsa untuk membangun kekuatan baru, menyingkirkan ego pribadi, dan mengedepankan kepentingan bersama. Indonesia dituntut untuk bergerak maju di segala sektor pembangunan dengan tetap berpegang pada Pancasila sebagai fondasi utama.
Anggota DPRD Provinsi NTT, David Imanuel Boimau, menegaskan bahwa momentum ini harus dimaknai secara mendalam.
“Bagi saya, Hari Kesaktian Pancasila memiliki makna memperkuat komitmen anak bangsa untuk mengamalkan nilai-nilainya. Akhir-akhir ini banyak nilai yang hampir luntur seiring berjalannya waktu. Momentum ini harus jadi titik balik,” ujar Boimau di Kupang, Rabu (1/10).
Menurutnya, Pancasila adalah dasar pemersatu dan arah pembangunan nasional. Lewat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, Indonesia diarahkan menuju masyarakat yang adil, makmur, serta berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Boimau menambahkan, momentum Hari Kesaktian Pancasila juga diharapkan melahirkan semangat baru bagi generasi muda. Mereka didorong untuk terus menanamkan nilai gotong royong, persatuan, dan solidaritas di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Untuk masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya, Pancasila dipandang sebagai perekat dalam menjaga harmoni dan kerukunan. Provinsi ini diyakini mampu terus tampil sebagai daerah yang cinta damai serta berkomitmen pada pembangunan yang berkeadilan.
“Semoga kita semua memanfaatkan setiap momentum dan waktu untuk membangun di segala bidang sesuai kompetensi yang dimiliki. Dengan semangat Pancasila, NTT harus hadir sebagai contoh daerah yang kokoh dalam persatuan,” tegas Boimau.
Hari Kesaktian Pancasila, dengan demikian, bukan hanya peringatan sejarah, tetapi juga refleksi atas masa depan. Dari NTT hingga seluruh pelosok negeri, nilai-nilai Pancasila diharapkan tetap hidup, menguatkan persatuan, dan menjadi penuntun Indonesia menuju cita-cita bangsa yang maju dan bermartabat.
(Dessy)






