TASIKMALAYA, || Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tasikmalaya, Syahrial Koto, bersama Ketua Panitia Pembangunan Yalviendra, Sekretaris IKM Tasikmalaya Hendrizal, serta anggota Tim Bazis Rice Joni, meninjau proses pembangunan pondasi dan tanggul penahan tanah di lahan Masjid IKM Tasikmalaya, Kampung Madewangi, Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Sabtu (20/9/2025).
Peninjauan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pengurus dalam mengawal serta memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan peruntukan.
Saat ini, pekerjaan sudah melibatkan enam orang tenaga kerja, terdiri atas dua tukang, dua pembantu tukang, dan pekerja lainnya.
Material yang tersedia di lokasi meliputi batu pondasi, pasir gunung, pasir cor, semen, besi, serta peralatan penunjang lainnya.
Ketua IKM Tasikmalaya, Syahrial Koto, menjelaskan pembangunan tanggul sepanjang kurang lebih 54 meter ini merupakan amanah dari warga Minang yang berdomisili di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya.
Menurutnya, pembangunan tahap awal ini sangat penting untuk menahan sekaligus meratakan tanah, sehingga lahan siap sebelum masuk pada pembangunan fisik masjid.
“Alhamdulillah, pada tahap awal ini kita sudah menggunakan dana sedekah yang ada di rekening Bazis. Setiap pengeluaran akan kami sampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” ujar Syahrial Koto.
Ia menegaskan, laporan penggunaan dana dan progres pembangunan akan terus diupdate secara berkala agar transparan.
Syahrial juga menambahkan, setelah tahap awal berupa pembangunan tanggul, perataan tanah, pengurusan sertifikat, dan batas tanah rampung, maka pembangunan fisik masjid akan sepenuhnya diserahkan kepada panitia pembangunan.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Yalviendra beserta pengurus IKM Tasikmalaya mengajak seluruh dunsanak Minang di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya agar tetap konsisten dengan niat awal membangun masjid di atas tanah wakaf tersebut.
“Kita jangan mengendorkan semangat dan jangan melupakan niat kita. Ini adalah investasi akhirat. Kami mengajak semua untuk kembali berkontribusi, menyisihkan sebagian rezeki demi kelanjutan pembangunan masjid ini,” tegas Yalviendra.
Ia berharap, masjid tersebut kelak menjadi kebanggaan bersama sekaligus bukti nyata kuatnya silaturahmi warga Minang di Tasikmalaya.
Dengan adanya pemberitaan ini, diharapkan semakin banyak warga Minang yang tergerak untuk berlomba-lomba bersedekah, menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun harta demi terwujudnya masjid sebagai pusat kebersamaan dan cahaya iman di rantau Tasikmalaya.
(Red)






