KAB. TASIKMALAYA, || Sedikitnya 15 siswa PAUD, TK, dan SD di Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, dilarikan ke Puskesmas Cikalong dan Klinik Sativa akibat dugaan keracunan makanan, Jumat (19/9/2025). Mereka mengalami gejala mual, muntah, pusing, hingga diare setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Puskesmas Cikalong, dr. Popon Herlina, memastikan seluruh pasien yang sempat dirawat kini sudah dipulangkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dan kondisi pasien dilaporkan mulai membaik.
Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dibawa Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya ke Labkesda Provinsi Jawa Barat. Hasil uji laboratorium diperkirakan keluar sekitar 10 hari ke depan.
Meski belum berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), hasil wawancara dengan pasien mengarah pada dugaan bahwa menu mie ayam kurang sesuai untuk usia anak-anak. Distribusi menu MBG dari dapur Cikalong juga menjangkau Kecamatan Karangnunggal dan Cipatujah, sehingga dikhawatirkan menimbulkan masalah serupa bila tidak diawasi ketat.
Kepala dapur MBG, Yosep Saepul A, menjelaskan bahwa dapur Suyono Mihartawijaya melayani makanan gratis bagi 3.926 siswa, dari jenjang TK hingga SMA. Proses memasak dilakukan dua kali pada dini hari, kemudian dipacking setelah uji organoleptik, dan dikirim ke sekolah menggunakan mobil box tertutup.
“Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada penambahan pasien maupun status KLB,” ujar dr. Popon.
Di sisi lain, beredar informasi bahwa dapur MBG Suyono Mihartawijaya disebut-sebut berkaitan dengan salah satu Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Daerah Pemilihan XV Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Namun hingga berita ini dirilis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait.
Masyarakat dan sejumlah pihak mendesak agar pemerintah memperketat pengawasan keamanan pangan di seluruh dapur MBG di Kota maupun Kabupaten Tasikmalaya, guna mencegah terulangnya kasus serupa.
(Red)






