Kodim 1601/Sumba Timur dan Banser Gelar Patroli Gabungan di Kota Waingapu

SERGAP.CO.ID

KOTA WAINGAPU, || Komando Distrik Militer (Kodim) 1601/Sumba Timur melaksanakan patroli gabungan bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, pada Sabtu malam (13/09/2025).

Bacaan Lainnya

Patroli ini dipimpin langsung oleh Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 1601/Sumba Timur, Lettu Inf. Rafael Tende, dengan melibatkan personel TNI dan Banser yang menyisir sejumlah titik rawan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Pembinaan Teritorial (Binter) TNI, yang menekankan kemitraan dengan komponen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Inf. Dobby Noviyanto S., S.E., melalui Pasi Ops, menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, Banser, dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kerawanan sosial maupun gangguan keamanan.

“Kolaborasi ini langkah nyata menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif. Kami mengajak masyarakat menjaga ketertiban tanpa anarki agar roda perekonomian terus berjalan,” ujarnya.

Selain patroli, kegiatan juga diisi dengan dialog bersama warga di beberapa titik. Petugas mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga kerukunan, dan segera melaporkan jika menemukan indikasi konflik.

Warga setempat memberikan apresiasi atas patroli gabungan tersebut. Menurut mereka, kehadiran TNI bersama Banser menumbuhkan rasa aman dan nyaman di lingkungan sekitar.

Patroli gabungan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa upaya menjaga stabilitas wilayah adalah tanggung jawab bersama.

Sinergi Kodim 1601/Sumba Timur dan Banser diharapkan dapat memperkuat ketahanan sosial, menjadi teladan bagi daerah lain, serta membangun kesadaran kolektif dalam menghadapi berbagai ancaman dan tantangan.

Kegiatan berjalan lancar, tertib, dan penuh semangat kebersamaan, menegaskan bahwa kolaborasi lintas elemen sangat penting untuk menjaga kondusivitas di Kabupaten Sumba Timur.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *