KAB. PURWAKARTA, || Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau akrab disapa Om Zein, tengah menyiapkan penyelesaian pembangunan Jalur Lingkar Barat yang ditargetkan rampung pada tahun 2026. Jalur ini diharapkan dapat memperkuat aksesibilitas sekaligus meningkatkan perekonomian wilayah Purwakarta, khususnya Kecamatan Sukasari.
Om Zein menegaskan bahwa pembangunan lanjutan Jalur Lingkar Barat akan menjadi salah satu fokus kerja pemerintahannya. Menurutnya, jalur penghubung ini membutuhkan anggaran besar sehingga pengerjaannya direncanakan pada tahun 2026 dengan harapan dapat tersambung hingga Kabupaten Bogor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Purwakarta, Didi Garnadi, menjelaskan bahwa pihaknya sedang menyiapkan Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan pembangunan. Masih tersisa sekitar 15 kilometer jalur yang harus dituntaskan, termasuk dua jembatan.
Didi menambahkan, pembangunan tahap lanjutan ini juga mencakup pembukaan jalur baru, salah satunya jalur lingkar Paranggombong. Kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp30 miliar dan telah diusulkan melalui bantuan keuangan provinsi (Banprov).
Selain membuka akses darat bagi warga Sukasari, Jalur Lingkar Barat juga berfungsi sebagai jalur alternatif yang menghubungkan Purwakarta dengan empat kabupaten tetangga, yakni Karawang, Cianjur, Bekasi, dan Bogor. Jalur ini bahkan ke depan akan terkoneksi dengan poros Sangga Buana dari Loji Karawang hingga Bogor.
Sejak beroperasi pada 2017, Jalur Lingkar Barat telah membawa dampak positif. Ekonomi kreatif tumbuh pesat, dan Sukasari tidak lagi dicap sebagai kecamatan terisolasi. Jalur ini juga mempermudah mobilitas warga serta mempercepat distribusi barang dan jasa.
Meski demikian, Didi mengakui bahwa dalam beberapa tahun terakhir Jalur Lingkar Barat kurang mendapat perhatian karena keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah optimistis pada 2026 jalur ini kembali mendapat sentuhan pembangunan.
Sejarah pembangunan jalur ini sendiri dimulai tahun 2013 ketika Dedi Mulyadi menjabat sebagai Bupati Purwakarta. Pekerjaan tidaklah mudah karena harus membuka jalan sepanjang 57 kilometer di tengah hutan belantara dengan kontur bebatuan terjal. Jalur baru dapat diresmikan pada 2017.
Sebelum adanya jalan darat tersebut, warga Kecamatan Sukasari hidup dalam keterisolasian selama puluhan tahun. Lebih dari 50 tahun lalu, satu-satunya akses mereka hanya melalui perahu untuk menyeberangi Waduk Ir. Djuanda (Jatiluhur).
Kini, dengan adanya rencana kelanjutan pembangunan, Jalur Lingkar Barat diharapkan semakin mengokohkan Purwakarta sebagai simpul penting jalur darat yang menghubungkan wilayah-wilayah di Jawa Barat bagian tengah dan barat.
(Dewi)






