KOTA TASIKMALAYA, || Aksi demonstrasi gabungan mahasiswa di Kota Tasikmalaya pada Jumat (29/8/2025) berujung ricuh dan menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas publik, termasuk Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.
Kericuhan terjadi setelah massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Ingin Revolusi turun ke jalan. Aksi ini digelar sebagai bentuk solidaritas atas meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang diduga terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di Jakarta sehari sebelumnya.

Massa yang berjumlah sekitar seribu orang semula berkumpul di Mapolres Tasikmalaya Kota, Jalan Letnan Harun, Bungursari, sekitar pukul 15.15 WIB. Mereka datang dengan mobil komando Daihatsu Grand Max bernopol Z 8813 HG sambil membawa berbagai poster bernada kecaman terhadap aparat kepolisian.
Dalam orasinya, koordinator lapangan Mohammad Kahar menegaskan bahwa kasus kematian Affan tidak bisa selesai hanya dengan permintaan maaf. Ia menyerukan agar mahasiswa dan masyarakat bersatu menuntut keadilan atas insiden tersebut.
Selain Kahar, sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus seperti Untas, Unper, Unsil, UPI, hingga elemen guru honorer ikut menyampaikan orasi. Mereka menuding aparat kerap bertindak represif dalam menangani aksi massa, merujuk pada tragedi Kanjuruhan dan sejumlah peristiwa lain.
Ketegangan mulai meningkat sekitar pukul 15.33 WIB, ditandai aksi saling dorong antara massa dan aparat, disertai pelemparan botol. Meski sempat dilakukan doa bersama untuk almarhum Affan, teriakan “Polisi Pembunuh” terus menggema dan pelemparan kembali terjadi.

Sekitar pukul 15.55 WIB, massa bergerak menuju Gedung DPRD Kota Tasikmalaya di Jalan RE. Martadinata. Setibanya pada pukul 16.12 WIB, massa merusak gerbang utama, pos satpam, serta sejumlah ruangan penting termasuk ruang paripurna, bamus, banggar, dan lobi gedung.
Aparat kepolisian yang berjaga juga menjadi sasaran lemparan batu dan botol. Situasi sempat memanas sebelum akhirnya massa mulai membubarkan diri.
Aksi demonstrasi berakhir sekitar pukul 17.35 WIB, meninggalkan kerusakan pada fasilitas gedung DPRD serta memunculkan sorotan atas penanganan aparat terhadap aksi mahasiswa.
(R**)






