KOTA TASIKMALAYA, || Saluran irigasi Cimulu, sumber utama pengairan ribuan hektare sawah di Tasikmalaya, mulai diremajakan. Program normalisasi ini resmi dimulai setelah UPTD PSDA WS Cimulu menggelar sosialisasi rehabilitasi jaringan irigasi di Aula PSDA, Empangsari, Kecamatan Tawang, Jumat (15/8/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 peserta, termasuk camat, kapolsek, danramil, lurah, tokoh masyarakat, hingga mitra cai. Mereka membahas rencana pengerjaan normalisasi sepanjang 2 kilometer yang akan menelan anggaran Rp2,3 miliar, dikerjakan oleh CV. Insan Putra Mandiri.
Pengerjaan akan meliputi pengerukan sedimen menggunakan alat berat dan pemasangan mesin conveyor untuk mengangkut sampah yang kerap menumpuk di bendungan. Langkah ini diambil karena debit air saat ini hanya sekitar 40% dari kapasitas maksimal.
Camat Tawang, Budi Santoso, menyebut pendangkalan saluran hingga 0,5–1,5 meter sebagai masalah utama. “Normalisasi ini mendukung swasembada pangan nasional. Air dari Cimulu mengairi sawah hingga Manonjaya,” ujarnya.
Program ini berdampak langsung pada empat kelurahan: Lengkongsari, Cikalang, Empangsari, dan Kahuripan. Selain itu, wilayah Tawang, Cibeureum, Purbaratu, dan Manonjaya juga akan merasakan manfaatnya.
Dukungan penuh datang dari unsur TNI dan Polri. Kapolsek Cibeureum, AKP Nurozi, menegaskan pihaknya akan mengawal pelaksanaan proyek. “Yang sekarang mengalir bukan cuma air, tapi juga sampah. Itu yang mau kita bereskan,” katanya.
Cecep Sofyan, S.T., M.T., Ahli Muda Teknik Pengairan UPTD PSDA WS Cimulu, optimis debit air akan kembali normal pasca-normalisasi, bahkan saat musim kemarau. “Targetnya air mengalir lancar sampai Manonjaya,” ujarnya.
Sosialisasi berlangsung lancar dengan semangat gotong royong. Semua pihak sepakat, air yang lancar adalah kunci kesejahteraan petani dan ketahanan pangan daerah.
(Rzl)






