Bupati Sumba Tengah Apresiasi Solidaritas ASN Untuk Penanggulangan Gizi Buruk dan Tekankan Penguatan Perencanaan Daerah

SERGAP.CO.ID

WAIBAKUL, || Bupati Sumba Tengah, Drs. Paulus S. K. Limu, memimpin Apel Kekuatan Lingkup Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah, Pejabat Struktural dan Fungsional, serta seluruh Staf dan Tenaga Kontrak Daerah.

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh ASN dan tenaga kontrak yang telah menunjukkan kepedulian dalam membantu penanganan 4.415 bayi dan balita bermasalah gizi di Sumba Tengah. Ia menekankan bahwa ketulusan dan keikhlasan tersebut adalah bentuk nyata bela rasa yang akan menjadi bagian penting dalam membangun masa depan anak-anak Sumba Tengah.

“Terima kasih karena telah menjadi yang terkecil dan membantu 4.415 bayi dan balita. Kiranya Tuhan membalas setiap budi baik kita sekalian,” ucap Bupati Paulus Senin 4/8/2025.

Bupati menyebutkan bahwa rata-rata 90% bayi 2T dan bayi underweight telah menunjukkan kenaikan berat badan. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa intervensi awal membuahkan hasil. Ke depan, Pemda akan menyiapkan strategi intervensi terpadu, termasuk pemetaan penyebab gizi buruk, kaitan dengan pola hidup sehat, pola asuh orang tua serta deteksi penyakit penyerta.

Selain itu, Bupati juga menyinggung progres Program MoU Pemda dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) kaitan perkuliahan hibrida. Saat ini baru 91 orang pendaftar dari kalangan pelajar lulusan SLTA, sementara dari kalangan ASN belum ada, dan hanya 2 orang PPPK yang sudah mendaftar.

Bupati menegaskan pentingnya pendidikan tinggi berbasis karakter. Menurutnya, perkuliahan tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membentuk mindset, karakter, dan integritas kader pemerintahan yang terpercaya.

Terkait perencanaan pembangunan, Bupati Paulus menegaskan bahwa dokumen Rencana Strategis (Renstra) tidak boleh disusun hanya oleh satu pihak seperti Kasubag perencana, tetapi harus melibatkan lintas bidang dan bagian agar bisa menjawab permasalahan secara Koordinasi Integratsi Sinergis, dan Berkelanjutan (KISS). Renstra juga wajib sejalan dengan Program Strategis Nasional, Provinsi, dan Program Strategis Daerah Pro Oli Mila, terutama dalam penanggulangan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem.
“Anggaran kecil bukan hambatan, tapi harus dikelola secara efektif, efisien, dan ekonomis,” tegas Bupati Paulus.

Apel ditutup dengan semangat kolaborasi untuk memastikan bahwa setiap perangkat daerah dapat memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan dalam pembangunan Sumba Tengah.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *