Forum Bisnis Jatim–NTT Hasilkan Investasi Strategis, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Timur

SERGAP.CO.ID

SURABAYA, || Forum Bisnis antara Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Timur dan KADIN Nusa Tenggara Timur (NTT) yang digelar pada Senin, 28 Juli 2025, di Kantor KADIN Provinsi Jawa Timur, berhasil menciptakan sejumlah kesepakatan kerja sama bernilai tinggi, khususnya di sektor peternakan dan pertanian. Kegiatan yang diprakarsai oleh Bank Indonesia ini dihadiri oleh sekitar 150 pelaku usaha dari kedua provinsi.

Bacaan Lainnya

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah NTT, Agus Sistyo Widjajati, dalam sambutannya menegaskan bahwa secara geografis, NTT memiliki posisi yang sangat strategis karena berbatasan langsung dengan negara Timor Leste. Hal ini membuka potensi besar bagi peningkatan ekspor komoditas unggulan dari wilayah tersebut.

“Forum ini diharapkan menjadi jembatan bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi NTT ke depan melalui perluasan akses pasar dan investasi lintas daerah,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa peran dunia usaha sangat vital dalam mengakselerasi transformasi ekonomi, terutama di wilayah yang selama ini masih menghadapi tantangan infrastruktur dan akses distribusi.

Salah satu hasil konkret dari forum ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara KADIN NTT dan PT Bumi Biru, perusahaan asal Jawa Timur yang akan berinvestasi di sektor peternakan untuk mendukung Program Mandiri Benih Gizi (MBG) di NTT.

Selain itu, KADIN NTT juga menandatangani MoU dengan Yayasan Pelita Indonesia Timur untuk pengembangan budidaya jagung di atas lahan seluas 1.000 hektare.

Forum bisnis ini juga mencatat komitmen investasi senilai lebih dari Rp5 miliar di bidang pengolahan daging sapi dan daging ayam. Investasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi pangan di NTT, tetapi juga membuka lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah di tingkat lokal.

Ketua Umum KADIN Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan bahwa forum tersebut merupakan momentum strategis untuk memperkuat jejaring usaha antara pelaku bisnis Jatim dan NTT.

“Kegiatan ini mempertemukan kekuatan produksi dan distribusi Jawa Timur dengan potensi sumber daya alam NTT yang sangat besar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, menekankan pentingnya posisi Surabaya sebagai jalur distribusi utama ke seluruh wilayah NTT.

“Forum ini memberi peluang besar bagi efisiensi logistik dan penguatan rantai pasok yang menguntungkan kedua belah pihak,” katanya.

Dengan dukungan dari Bank Indonesia dan sinergi antarpengusaha lintas daerah, kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan kemitraan regional dapat menjadi solusi dalam pemerataan pembangunan ekonomi nasional. Kerja sama konkret ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem investasi yang sehat dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia.

Forum Bisnis Jatim–NTT ini diharapkan menjadi model kerja sama antarwilayah yang dapat direplikasi di provinsi lain. Penguatan konektivitas ekonomi domestik menjadi langkah penting menuju Indonesia yang lebih kompetitif di tengah dinamika global.

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *