Puluhan Siswa Keracunan, PMKRI Tambolaka Ultimatum Penyedia MBG

SERGAP.CO.ID

SUMBA BARAT DAYA, NTT || Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Tambolaka St. Agustinus mendesak pertanggungjawaban tegas dari penyedia program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menyusul insiden keracunan massal yang dialami puluhan siswa sekolah.

Bacaan Lainnya

Dominggus Ghoghi, perwakilan PMKRI, menilai insiden tersebut sebagai bentuk kelalaian serius yang mengancam keselamatan anak-anak dan mencerminkan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan program MBG di lapangan.

“Ini bukan sekadar keluhan masyarakat. Kami mendesak para penyedia makanan segera bertanggung jawab. Jangan berlindung di balik program pemerintah lalu lepas tangan ketika nyawa siswa dipertaruhkan,” tegas Ghoghi dalam pernyataan resmi, Rabu (24/07/2025).

Ia menilai bahwa program MBG yang digadang-gadang sebagai solusi gizi dan pencegahan stunting justru berubah menjadi ancaman akibat buruknya distribusi dan kualitas makanan yang tidak layak konsumsi.

Menurut laporan, puluhan siswa di berbagai sekolah di SBD mengalami gejala keracunan dan harus dilarikan ke fasilitas kesehatan, sehingga PMKRI menyebut situasi ini sebagai “darurat yang tak bisa ditoleransi”.

“Pemerintah pusat harus mengevaluasi total program ini dan mengaudit seluruh rekanan penyedia. Jangan tunggu korban jiwa baru bertindak,” lanjutnya.

PMKRI Tambolaka juga mendorong dibentuknya tim investigasi independen yang melibatkan unsur masyarakat sipil, tenaga medis, dan lembaga perlindungan anak untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.

Ghoghi menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan tegas, pihaknya siap melakukan aksi turun ke jalan bersama orang tua siswa dan masyarakat demi menuntut keadilan atas insiden yang dinilai fatal ini.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *