BRIN Sosialisasikan Inovasi Energi Terbarukan ke Warga Desa Pakuhaji

BRIN Sosialisasikan Inovasi Energi Terbarukan ke Warga Desa Pakuhaji

SERGAP.CO.ID

KAB. BANDUNG, || Pusat Riset Konversi dan Konservasi Energi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar sosialisasi hasil riset energi terbarukan di Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan ini melibatkan peneliti dari grup riset Energi Surya Termal dan Energi Hidro (Esteh).

Bacaan Lainnya

Sosialisasi bertujuan untuk memperkenalkan hasil riset teknologi energi ramah lingkungan yang berpotensi diimplementasikan di wilayah pedesaan. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya BRIN untuk memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan energi terbarukan yang efisien dan berkelanjutan.

Adapun teknologi yang diperkenalkan meliputi sistem energi berbasis solar thermal, yang dapat meningkatkan efisiensi energi dan menekan biaya produksi, serta teknologi biogas sebagai solusi mandiri energi terbarukan untuk masyarakat desa.

Selain itu, peneliti juga memaparkan manfaat penggunaan insenerator sebagai alat pengolah limbah yang sekaligus menghasilkan energi, serta potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) skala kecil sebagai sumber energi alternatif untuk pedesaan.

Kepala Desa Pakuhaji, Heni Wartini, menyambut baik kegiatan ini. Ia menyampaikan rasa syukurnya atas kunjungan tim riset BRIN yang membawa solusi inovatif untuk permasalahan lingkungan, terutama terkait pengolahan limbah dan penyediaan energi bersih.

Heni berharap kolaborasi ini bisa menjadi langkah awal dalam mengembangkan desa berbasis teknologi terbarukan. Ia juga menilai kegiatan ini sangat relevan dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan di wilayah pedesaan.

Pihak BRIN menekankan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang mereka untuk mendorong pemanfaatan hasil riset secara langsung oleh masyarakat. Dengan adanya kolaborasi seperti ini, transfer teknologi bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.

Desa Pakuhaji diharapkan bisa menjadi model desa yang berhasil menerapkan teknologi energi terbarukan secara nyata. Keberhasilan ini nantinya bisa direplikasi ke desa-desa lain di Indonesia yang memiliki kebutuhan dan potensi serupa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kemitraan antara lembaga riset dan masyarakat dapat membawa manfaat besar, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

(Dewy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *