Tujuh Perusahaan Teknologi Siap Investasi, Bandung Pacu Ekosistem Mobil Listrik

SERGAP.CO.ID

KOTA BANDUNG, || Kota Bandung bersiap menjadi pionir pengembangan teknologi bersih dan energi terbarukan di Indonesia. Sebanyak tujuh perusahaan teknologi dari berbagai negara menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di Kota Bandung, dengan nilai awal investasi ditargetkan mencapai USD 500 juta atau sekitar Rp2 triliun.

Bacaan Lainnya

Investasi tersebut akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur charging station, microgrid tenaga surya, dan pengembangan ekosistem mobil listrik. Selain itu, Bandung juga akan menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan teknologi tokenisasi aset nyata atau Real World Assets (RWA), yang seluruh pembiayaannya murni berasal dari pihak swasta tanpa utang.

Kepastian ini ditandai melalui pertemuan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama para pimpinan perusahaan dan IRWATA (Indonesia Real World Assets Technology Association) di Pendopo Kota Bandung, Jumat malam, 18 Juli 2025.

Adapun tujuh perusahaan yang siap menanamkan modalnya antara lain:

  • Starcharge (baterai dan charging station),
  • Farmsent (blockchain pertanian & carbon credit),
  • Yogo (robotik),
  • China Oriental Capital Group,
  • PT. Nusantara Bumi Sangkara, dan
  • Ekta Duo.

Wali Kota Farhan menyambut baik rencana investasi ini. Ia menyatakan Bandung siap menjadi pelopor kota teknologi hijau dan mobil listrik. “Ekosistem mobil listrik harus dibangun di Bandung. Infrastruktur seperti SPKLU dan microgrid tenaga surya sudah kami rancang. Kami juga akan mendukung dengan sistem pembayaran digital dan konektivitas berbasis IoT,” ujar Farhan.

Lebih jauh, Farhan menyebutkan bahwa transportasi publik seperti angkot cerdas berbasis listrik akan menjadi bagian dari proyek ini. Sistem pengisian daya, pembayaran digital, dan pemantauan melalui IoT akan memastikan layanan efisien dan ramah lingkungan.

Namun, tantangan besar menurut Farhan adalah pada sisi regulasi. Banyak investor masih menghadapi kesulitan memahami aturan nasional maupun daerah. Oleh karena itu, kehadiran lembaga seperti IRWATA diharapkan bisa menjembatani kebutuhan investor dengan kebijakan lokal.

Ketua IRWATA Muhammad Sabdo Yusmintiarto menambahkan, RWA akan menjadi fondasi sistem keuangan masa depan yang dimulai dari Kota Bandung. “Kami ingin menjadikan Bandung sebagai pusat teknologi tokenisasi aset. Mulai dari properti hingga energi, semuanya akan dikonversi menjadi aset digital di blockchain,” jelasnya.

Tahap awal proyek akan difokuskan pada pembangunan jaringan charging station di lokasi-lokasi yang ditentukan Pemkot Bandung. “Tunjukkan saja titiknya, kami yang bangun,” ujar Sabdo.

Sementara itu, perwakilan Ekta Duo, Emil Bastian, menyebut Kota Bandung sebagai lahan subur untuk investasi jangka panjang. “Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang berani mengambil keputusan masa depan, dan Bandung memilikinya,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, IRWATA akan menggelar acara besar bertajuk “Bandung Connectivity 4.0” pada September mendatang, sebagai peluncuran resmi ekosistem teknologi bersih di Kota Bandung.

“Setelah ini tidak ada seremoni lagi. Yang ada adalah peluncuran nyata,” tandas Sabdo.

(Dewy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *