Viral! Pria Bonceng Jenazah di Jalur Ekstrem, Bukti Ketimpangan Infrastruktur

SERGAP.CO.ID

DONGGALA, || Sebuah video viral memperlihatkan seorang pria membonceng jenazah di atas sepeda motor melewati jalur pegunungan yang curam dan rusak di Desa Palintuma, Kecamatan Pinembani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Aksi ini menyentuh hati ribuan warganet dan memicu gelombang kritik terhadap kondisi infrastruktur di wilayah terpencil.

Bacaan Lainnya

Pria dalam video itu adalah David Deka, warga Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Ia nekat mengantar jenazah kerabatnya, Aril Sharon Huma (35), seorang penyuluh Keluarga Berencana BKKBN, yang gugur saat bertugas di daerah pelosok dengan akses sangat terbatas.

Karena jalan rusak parah dan tak bisa dilalui ambulans, jenazah Aril harus dievakuasi menggunakan sepeda motor. David menyusuri medan ekstrem sejauh 40 kilometer melalui lereng gunung, hutan, dan jalan setapak demi menghantarkan jenazah ke jalan besar.

Aksi heroik David Deka langsung menyita perhatian publik. Banyak warganet menyebutnya sebagai pahlawan kemanusiaan karena keberanian dan ketulusannya dalam situasi yang nyaris mustahil.

“Pria ini pahlawan sesungguhnya. Pemerintah harus beri penghargaan,” tulis seorang pengguna X.

Namun di balik apresiasi, muncul pula suara lantang yang menyoroti buruknya infrastruktur di desa terpencil.

“Kalau jenazah saja harus naik motor karena jalan rusak, gimana nasib ibu hamil, anak sekolah, atau pasien sakit?” tulis warganet lainnya.

Aril Sharon Huma sendiri merupakan ASN penyuluh KB BKKBN Sulawesi Tengah yang bertugas di Kecamatan Pinembani. Ia meninggal dunia saat dalam pengabdian. Menurut keluarga, almarhum dalam kondisi sehat beberapa hari sebelum wafat.

Jenazahnya sempat disemayamkan di rumah duka di BTN Kaluku Indah, Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, dan dimakamkan pada Sabtu (12/7/2025).

Tragedi ini menggugah kesadaran kolektif tentang pentingnya kehadiran negara di daerah tertinggal. Jalan rusak bukan hanya soal kenyamanan, melainkan soal keselamatan, nyawa, dan martabat.

Aktivis dan tokoh masyarakat menyerukan tindakan nyata dari pemerintah pusat dan daerah agar membenahi akses jalan serta fasilitas dasar di wilayah seperti Pinembani.

“Pemerintah tidak boleh hanya hadir saat viral. Mereka harus hadir sebelum tragedi terjadi,” tegas Rahman, tokoh pemuda setempat.

(R**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *