JAKARTA, || Lima alumni Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang akan diberangkatkan ke Jepang mulai tahun ini. Mereka akan bekerja secara profesional di sektor perawatan lansia, sebuah sektor yang terus tumbuh di Jepang seiring meningkatnya populasi usia tua. Kepastian ini disampaikan oleh Pembina Yayasan CBIM, Abraham, pada Selasa (24/6/2025) di Jakarta.
“Bayangkan, mereka sudah investasi sejak semester satu. Diberikan asrama gratis dan kursus bahasa Jepang selama empat tahun,” ujar Abraham.
Menurutnya, perjalanan ini adalah buah dari konsistensi pembinaan sumber daya manusia sejak dini dan bentuk nyata kolaborasi lintas negara di bidang pendidikan vokasi.
Lima alumni tersebut akan diberangkatkan setelah menyelesaikan dua tahapan penting: sertifikasi kemampuan bahasa Jepang dan uji kompetensi profesi yang dilaksanakan oleh BP2MI (Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia). Dengan dua kelulusan tersebut, mereka dinyatakan siap secara hukum dan keterampilan untuk bekerja di Jepang.
Langkah ini merupakan hasil dari kerja sama yang dibangun antara UCB dan empat perusahaan Jepang.
Perusahaan-perusahaan tersebut sebelumnya telah menyatakan komitmen jangka panjang untuk merekrut tenaga kerja dari Indonesia, khususnya dari wilayah timur yang masih memiliki potensi besar namun kurang terekspos.
Pada Maret 2024 lalu, Rektor UCB, Dekan Fakultas Kesehatan, dosen, serta para pembina Yayasan CBIM melakukan kunjungan langsung ke Jepang. Mereka melihat fasilitas perawatan lansia di Tokyo dan Osaka serta berdialog dengan mitra kerja yang telah berkomitmen untuk menampung lulusan UCB secara langsung.
“Kami bersyukur bisa bertemu mitra yang serius. Mereka bukan hanya merekrut, tapi juga siap memfasilitasi seluruh proses keberangkatan dan legalitas kerja, mulai dari visa hingga dokumen imigrasi,” jelas Abraham.
Ini menjadi bentuk nyata penguatan jejaring kerja internasional dari timur Indonesia.
Abraham menambahkan, salah satu kekuatan para alumni UCB terletak pada karakter dasar yang telah ditempa sejak kuliah: disiplin, daya juang, serta empati sosial. Nilai-nilai tersebut selaras dengan etos kerja di Jepang, terutama dalam dunia pelayanan kesehatan.
Keberangkatan lima alumni ini diharapkan menjadi contoh dan pemantik bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur lainnya. Bahwa dengan pendidikan dan dedikasi yang tepat, peluang untuk menembus pasar kerja internasional bukan hal mustahil.
“Ini bukan sekadar cerita sukses lima orang, tapi bukti bahwa dari kampus lokal di Kupang pun, kita bisa mengantarkan lulusan ke kancah global. SDM kita tidak kalah, hanya perlu kesempatan dan pembinaan berkelanjutan,” tutup Abraham.
(Dessy)






