SUMBA TIMUR, || Pembangunan lanjutan Irigasi Baing di Kabupaten Sumba Timur resmi dimulai kembali pada tahun 2025. Proyek ini menjadi bagian dari prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mengurangi ketergantungan impor.
Langkah ini disambut antusias masyarakat Sumba Timur. Pasalnya, ketersediaan air untuk pertanian menjadi tantangan utama selama bertahun-tahun. Melkianus Lubalu, tokoh masyarakat dan pengusaha asal Sumba, menyebut irigasi Baing sebagai “harapan lama yang akhirnya dihidupkan kembali.”
Ia menilai proyek ini sebagai solusi nyata atas masalah pangan di daerah.
“Dengan adanya pembangunan irigasi Baing, masyarakat tidak perlu lagi menggantungkan pasokan pangan dari luar. Kami bisa tanam sendiri, panen sendiri, dan hidup lebih mandiri,” ujarnya di Kupang, Sabtu (29/6/2025).
Melki juga menegaskan pentingnya dukungan semua pihak demi memastikan proyek berjalan lancar. Ia menyampaikan apresiasi terhadap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II yang telah memastikan proyek rampung tahun ini.
“Siapa pun yang kerjakan proyek ini, kami siap dukung penuh. Ini kerja besar untuk generasi masa depan,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga mendapat pujian dari berbagai elemen masyarakat karena tetap memberi perhatian pada sektor pertanian, meski dalam situasi efisiensi anggaran.
“Beliau membawa air sampai ke daerah kami. Itu bukan sekadar proyek, tapi bukti bahwa kita tidak dilupakan,” tambah Melki.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, juga menyambut baik pembangunan ini. Ia menargetkan pencetakan sawah baru seluas 2.000 hektar yang akan digarap begitu sistem irigasi tuntas. “Ini strategi utama mengatasi kekeringan dan memperkuat sektor pangan lokal,” jelasnya.
Pengerjaan Irigasi Baing dibagi menjadi dua segmen besar. PT Busur Kencono ditunjuk sebagai pelaksana untuk Irigasi Baing I, sementara PT Prima Subur menangani Irigasi Baing II. Kedua perusahaan menyatakan siap menuntaskan proyek sesuai tenggat waktu.
Kedua kontraktor juga memastikan akan menyerap tenaga kerja lokal selama proyek berlangsung. Ini tidak hanya menghidupkan sektor pertanian, tapi juga memberi efek domino pada peningkatan ekonomi warga sekitar. Tenaga ahli dan teknologi konstruksi modern pun disiapkan untuk memastikan mutu pekerjaan.
Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat sepakat bahwa kelanjutan proyek ini adalah prioritas strategis. Irigasi Baing dianggap sebagai titik tolak menuju swasembada pangan di wilayah timur Indonesia, sekaligus contoh sinergi pusat-daerah yang berjalan efektif.
“Sumba Timur bersiap menjadi lumbung pangan baru di NTT. Kita tidak bisa bergantung pada cuaca. Kini, saatnya kita bergantung pada sistem irigasi modern yang memberi kepastian,” pungkas Bupati Umbu Lili.
(Dessy)






