KUPANG, || Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, menyambut baik pelaksanaan forum bisnis ekonomi bersama Menteri Perdagangan dan Perindustrian Timor Leste, Nino Pereira.
Dalam forum tersebut, KADIN NTT bersama asosiasi pengusaha lokal mendapat undangan khusus untuk mengikuti Trade Expo yang akan digelar di Timor Leste pada 28 Juli hingga awal Agustus 2025.
Menurut Bobby, pertemuan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan ekonomi antarnegara, khususnya dalam mempromosikan produk-produk unggulan UMKM lokal dari NTT.
“Kami sangat mengapresiasi undangan dari Menteri Nino Pereira dan melihat ini sebagai peluang strategis untuk memperluas pasar,” ujar Bobby dalam keterangannya di Kupang.
Bobby menegaskan bahwa tujuan utama pertemuan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran pasar sekaligus membuka peluang baru bagi pelaku usaha di NTT.
Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan dapat memberikan keuntungan timbal balik bagi kedua negara serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Produk-produk UMKM NTT selama ini dikenal memiliki potensi ekspor yang tinggi, seperti tenun ikat, hasil pertanian organik, dan produk kerajinan tangan berbasis budaya lokal. Melalui partisipasi dalam Trade Expo mendatang, Bobby berharap produk-produk ini dapat lebih dikenal di kancah internasional, khususnya di wilayah Asia Tenggara.
Namun demikian, Bobby juga menyoroti salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam kerja sama ini, yaitu persoalan transportasi darat antara Kupang dan wilayah perbatasan menuju Timor Leste.
Ia menyebutkan bahwa isu konektivitas ini menjadi perhatian serius KADIN dan telah disampaikan dalam forum tersebut.
“Transportasi menjadi hambatan nyata yang kami hadapi selama ini. Karena itu, kami mendorong adanya koordinasi antara Pemerintah NTT dan Pemerintah Timor Leste untuk meningkatkan infrastruktur dan aksesibilitas antarwilayah,” jelasnya.
Upaya penguatan konektivitas darat ini, menurut Bobby, merupakan kunci dalam mewujudkan ekosistem perdagangan yang efisien dan berdaya saing tinggi. Ia optimistis jika hambatan logistik dapat diatasi, arus barang dan jasa akan meningkat secara signifikan.
KADIN NTT juga berkomitmen untuk terus menjembatani komunikasi antara pelaku usaha di kedua negara guna menciptakan iklim investasi yang sehat. Dalam waktu dekat, KADIN akan mengirimkan delegasi khusus untuk mengikuti rangkaian kegiatan Trade Expo sebagai bentuk tindak lanjut dari pertemuan tersebut.
Forum bisnis ekonomi ini dihadiri oleh sejumlah pengusaha lokal NTT, pejabat pemerintah, serta mitra strategis dari kedua negara. Mereka menyampaikan antusiasme tinggi terhadap peluang kerja sama yang terbuka luas ke depan.
Dengan semangat kolaboratif yang terjalin dalam forum ini, KADIN NTT berharap hubungan ekonomi antara NTT dan Timor Leste akan semakin erat.
“Kami percaya bahwa kerja sama ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga tentang membangun masa depan ekonomi kawasan yang inklusif dan mandiri,” tutup Bobby.
(Desy)






