KAB. SUMBA BARAT NTT, || Komando Distrik Militer (Kodim) 1613/Sumba Barat kembali menggelar upacara bendera mingguan di Markas Kodim 1613/Sumba Barat, Senin (22/6/2026). Kegiatan rutin yang diikuti seluruh personel tersebut dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat jiwa nasionalisme, patriotisme, serta kedisiplinan prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.
Dalam upacara tersebut, Mayor Inf Idris bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Danramil 1613-02/Walakaka Kapten Inf Abdul Manan. Adapun Perwira Upacara dijabat oleh Batipers Kodim 1613/Sumba Barat.
Dalam amanatnya, Mayor Inf Idris menegaskan bahwa upacara bendera tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda seremonial atau rutinitas mingguan semata. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara dan perjuangan para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa serta raganya demi kemerdekaan Indonesia.
“Upacara bendera mingguan ini hendaknya tidak hanya dijadikan sekadar rutinitas biasa, namun harus benar-benar dimaknai sebagai implementasi jiwa nasionalisme melalui penghormatan terhadap simbol negara yang diperjuangkan dengan pengorbanan jiwa dan harta benda para pahlawan bangsa,” ujar Kasdim.
Ia menjelaskan, upacara pengibaran bendera menjadi salah satu sarana penting untuk menanamkan nilai-nilai kejuangan, patriotisme, nasionalisme, dan solidaritas di kalangan prajurit TNI. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat atas jasa para pahlawan sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dan kedaulatan negara.
Menurutnya, penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih harus tercermin tidak hanya saat upacara berlangsung, tetapi juga dalam sikap dan perilaku sehari-hari prajurit melalui pengamalan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI.
Di sisi lain, upacara bendera juga memiliki fungsi organisasi yang tidak kalah penting. Kegiatan tersebut menjadi sarana komunikasi antara pimpinan dan anggota untuk menyampaikan berbagai kebijakan, arahan, serta informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas satuan.
“Upacara bendera memiliki makna penting sebagai sarana komando untuk menjalin komunikasi antara pimpinan, staf, dan anggota, sehingga setiap kebijakan, instruksi, petunjuk, maupun informasi dapat dipahami dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan tugas,” kata Idris.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa upacara tidak hanya memiliki dimensi simbolik dan ideologis, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen pembinaan personel di lingkungan TNI. Melalui forum tersebut, pimpinan dapat memastikan setiap anggota memahami arah kebijakan organisasi sekaligus memperkuat soliditas satuan.
Di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks, penguatan nilai-nilai nasionalisme dan kedisiplinan dinilai tetap relevan sebagai fondasi utama bagi prajurit dalam menjalankan tugas pertahanan, pembinaan teritorial, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Dengan pelaksanaan upacara bendera secara rutin, Kodim 1613/Sumba Barat berharap semangat pengabdian, loyalitas, serta profesionalisme prajurit dapat terus terjaga. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas seorang prajurit tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga merawat nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Ms)






