LUBUKLINGGAU, || Seorang siswi kelas 3 SD Negeri 44 Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, berinisial (S), mengalami trauma dan enggan kembali ke sekolah. Ia diduga menjadi korban bullying verbal oleh wali kelasnya sendiri setelah menerima pertanyaan sensitif yang menyangkut kondisi keluarganya.
Orang tua korban menyampaikan bahwa sejak kejadian itu, anaknya terus merasa malu dan takut untuk kembali ke sekolah. “Wajar jika anak saya sekarang enggan sekolah. Psikisnya terganggu karena apa yang diucapkan wali kelas sudah di luar batas kewajaran,” kata ibu korban kepada awak media.
Insiden tersebut terjadi usai jam pelajaran pada Rabu, 28 Mei 2025. Berdasarkan cerita korban, wali kelas memanggilnya sebelum pulang dan kemudian menanyakan, “Ibu kamu ni se***kuh, yo?” secara berbisik. Pertanyaan tersebut membuat korban tertunduk malu dan langsung pulang ke rumah tanpa menceritakan lebih jauh pada awalnya.
Sang ibu mengaku awalnya mengira pertanyaan guru terkait pekerjaan orang tua adalah hal wajar. Namun, setelah anaknya menolak sekolah dan merasa malu, ia menyadari bahwa ada batas yang telah dilampaui oleh sang guru.
Pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, orang tua korban mencoba menghubungi wali kelas melalui WhatsApp untuk meminta klarifikasi, namun jawaban yang diterima dianggap tidak memuaskan.
Keesokan harinya, orang tua (S) mendatangi SD Negeri 44 untuk meminta penjelasan dari pihak sekolah. Kedatangan mereka disambut baik oleh Plt Kepala Sekolah, Buk Emi, yang menyatakan akan menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
Meski begitu, hingga berita ini diturunkan, pihak terduga belum datang langsung untuk meminta maaf kepada keluarga korban, dengan alasan sedang menjalankan dinas luar.
Orang tua korban berharap pihak sekolah, serta Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, dan pemerintah daerah mengambil tindakan tegas terhadap dugaan bullying ini agar tidak terjadi pada siswa lainnya.
Bersambung…
(Laporan: Aberi)





