KAB. BEKASI, || Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen meningkatkan kualitas layanan kesehatan di RSUD Cabangbungin dengan mendorong peningkatan status rumah sakit menjadi Tipe C. RSUD ini diharapkan menjadi andalan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, saat melakukan kunjungan kerja ke RSUD Cabangbungin pada Jumat (13/6/2025). Kunjungan tersebut merupakan yang kedua kalinya dalam rangka meninjau langsung kesiapan fasilitas dan layanan rumah sakit.
“Kami sangat mendukung peningkatan status RSUD Cabangbungin menjadi rumah sakit Tipe C. Ini menjadi kebutuhan mendesak karena jumlah pasien terus bertambah, sementara kapasitas dan fasilitas masih terbatas,” ujar dr. Asep.
Saat ini, RSUD Cabangbungin memiliki 50 tempat tidur. Jumlah tersebut direncanakan akan ditingkatkan menjadi 122 unit. Penambahan juga dilakukan pada ruang Unit Gawat Darurat (UGD), dari 4 menjadi 15 ruangan, untuk mengakomodasi lonjakan kebutuhan layanan kegawatdaruratan.
Wakil Bupati juga menyoroti peningkatan signifikan kinerja manajemen rumah sakit. Dalam dua tahun terakhir, berdasarkan laporan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), pendapatan RSUD Cabangbungin meningkat dari Rp1 miliar menjadi hampir Rp10 miliar.
“Ini bukti keberhasilan manajemen. Dengan peningkatan jumlah pasien dan pendapatan, sangat layak jika rumah sakit ini naik kelas. Tujuannya agar masyarakat utara tidak perlu lagi berobat jauh ke wilayah tengah atau selatan,” katanya.
Untuk mendukung pengembangan rumah sakit, Pemkab Bekasi telah merancang pembangunan gedung baru empat lantai yang direncanakan mulai dibangun pada tahun 2026. Anggarannya sedang dalam proses penyesuaian melalui dinas terkait.
“Insyaallah, anggaran sedang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan fasilitas RSUD Cabangbungin,” tambah dr. Asep.
Sementara itu, Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai bagian dari proses peningkatan status menjadi Tipe C.
“Dengan kapasitas 122 tempat tidur dan 15 ruang UGD, kami berharap tidak ada lagi antrean panjang. Pasien pun tidak perlu dirujuk ke fasilitas lain karena kami siap memberikan layanan yang memadai,” ungkap dr. Erni.
Pembangunan gedung baru ini ditargetkan selesai pada akhir 2026. Selain pembangunan fisik, persiapan aspek regulasi dan kebutuhan penunjang lainnya juga dilakukan secara paralel.
“Insyaallah, akhir 2026 rumah sakit sudah bisa difungsikan dan memberikan layanan secara optimal,” ujarnya.
dr. Erni optimistis, pengembangan RSUD Cabangbungin akan berdampak signifikan terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah utara Kabupaten Bekasi.
“Kami yakin, dengan pengembangan ini, RSUD dapat membantu menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan balita, serta mengurangi angka kesakitan di wilayah ini,” tambahnya.
Dengan peningkatan ini, RSUD Cabangbungin ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan utama yang mampu memberikan layanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
(Reporter: Dede Bustomi)






