Pidato Tegas Presiden Prabowo di Hari Lahir Pancasila: “Tak Ada Tempat bagi Pengkhianat Konstitusi”

SERGAP.CO.ID

JAKARTA, || Dalam pidato kenegaraan memperingati Hari Lahir Pancasila yang digelar secara nasional di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas yang menggema ke seluruh penjuru negeri: pemerintah tidak akan mentoleransi siapa pun yang melanggar konstitusi dan tidak setia pada negara.

Bacaan Lainnya

Presiden Prabowo menegaskan bahwa tidak akan ada tempat bagi siapa pun—baik oknum, pejabat, lembaga, maupun partai politik—yang terbukti melakukan pelanggaran hukum, tindakan korupsi, atau perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar negara Indonesia.

“Siapa pun pelakunya, dari pihak mana pun, lembaga mana pun, pejabat mana pun, partai mana pun—jika mereka tidak setia pada negara, tidak membela negara, dan melanggar Undang-Undang Dasar 1945—maka mereka akan dicopot atau disingkirkan dari jabatannya. Tanpa pandang bulu,” tegas Presiden Prabowo dengan nada lantang.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan dari para undangan yang hadir, termasuk jajaran menteri kabinet, pimpinan lembaga tinggi negara, serta tokoh-tokoh masyarakat.

Pidato ini dinilai sebagai wujud nyata komitmen pemerintahan Prabowo dalam menegakkan supremasi hukum, integritas, serta loyalitas terhadap Pancasila dan konstitusi negara.

Presiden juga menekankan bahwa perjuangan membela Pancasila bukan semata tugas militer atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa.

“Kita harus kembali pada semangat para pendiri bangsa. Negara ini berdiri di atas darah dan perjuangan. Maka tidak bisa kita biarkan siapa pun—terlebih mereka yang diberi amanah oleh rakyat—menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi atau kelompok,” lanjut Prabowo.

Tegas terhadap Korupsi dan Pelanggaran Hukum

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tindak pidana korupsi dan pelanggaran hukum lainnya akan ditindak tegas tanpa kompromi. Institusi hukum, menurutnya, harus diberikan ruang dan kekuatan penuh untuk bertindak sesuai hukum.

“Kalau ada yang mencuri uang rakyat, apalagi bersembunyi di balik kekuasaan atau jabatan, maka hukum harus bertindak. Tidak ada kekebalan. Siapa pun dia, dari partai mana pun, dari lembaga apa pun,” tegasnya.

Komitmen untuk Pemerintahan Bersih dan Berdaulat

Presiden Prabowo juga menyampaikan arah kebijakan pemerintahannya yang fokus pada reformasi birokrasi, transparansi, dan penegakan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia berjanji akan terus memperjuangkan keberanian dalam menegakkan kebenaran, keadilan, dan supremasi hukum selama masa kepemimpinannya.

“Pemerintahan yang kuat adalah pemerintahan yang berani membersihkan dirinya sendiri,” pungkas Presiden Prabowo.

Pidato ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen nasional terhadap nilai-nilai kebangsaan, serta memperjelas arah pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan setia pada konstitusi. Pesan “tanpa pandang bulu” menjadi penegas bahwa tidak ada tempat bagi mereka yang mengkhianati amanah rakyat.

(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *